BANTUL - Warga Padukuhan Bendo, Wukirsari, Imogiri, bantul menggelar merti dusun Minggu (21/9). Tak hanya kirab budaya, masyarakat dari masing-masing RT juga unjuk kebolehan dengan berbagai pentas seni.
Seperti yang dilakukan oleh warga RT 3 Padukuhan Bendo. Sebanyak 150 orang tampil percaya diri menyajikan certa rakyat Dewi Sri. Pemilihan cerita ini dipilih karena mayoritas masyarakat yang merupakan petani padi. “Jadi kita angkat cerita itu dari sekeliling kita,” jelas salah satu warga RT 3 Dwi Hendrat Miati.
Selain itu, alasan lainnya adalah Dewi Sri yang menggambarkan dewi kemakmuran. “Kalau di daerah sini memang kebanyakan warganya makmur,” katanya usai tampil.
Sementara itu, Dukuh Bendo Marsudi menyebut, setiap RT menampilkan penampilannya seperti tari-tarian hingga drama musikal. “Ada beberapa tampilan kebudayaan, kegiatan di pasar, cerita punakawan, wayang kehidupan sehari-hari, ada juga bregada,” katanya.
Kegiatan seperti ini, hanya digelar empat tahun sekali. Ditambah dengan gelaran hadroh hingga wayang kulit. Sedangkan tiga tahun sisanya, merti dusun hanya dilakukan dengan ziarah ke makam para leluhur, tahlilan, dan pengajian.
Merti Dusun Bendo, lanjutnya, juga menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan di Padukuhan Bendo. “Kami berdoa juga semoga warga masyarakat Bendo dilancarkan dalam mencari rezeki dan mereka yang bertani diberikan panen yang melimpah,” jelasnya.
Marsudi berharap, kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi sarana nguri-uri budaya Jawa. Ia juga berharap adanya kontribusi dari pemerintah kalurahan, kabupaten, hingga provinsi agar Merti Dusun Bendo bisa menjadi warisan budaya yang tetap terjaga. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita