KEBUMEN - DPRD Kebumen membuka ruang dialog bersama kalangan mahasiswa, buruh dan tokoh pemuda, Selasa (16/9) malam. Forum ini sengaja digelar sebagai wadah penyampaian aspirasi sekaligus kritik dan saran secara langsung kepada wakil rakyat.
Acara dengan konsep lesehan ini berlangsung serius tapi santai di depan ruang paripurna DPRD. Sambil duduk bersila, anggota dewan dan tamu yang hadir tampak saling bercengkrama. Mereka berbaur untuk berdiskusi dan bertukar pikir.
Sejumlah isu strategis sempat dilontarkan dalam forum tersebut. Seperti pengentasan kemiskinan, aksesibilitas layanan publik hingga sorotan terhadap tugas dan fungsi legislator. "Kritikan bebas. Kami akan kemas sebagai jamu segar yang bisa mengobati Kebumen agar lebih baik," ungkap Ketua DPRD Kebumen Saman.
Saman menegaskan, forum yang sengaja digelar sebagai bukti lembaga legislatif tidak anti kritik. Dia justru berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkala. Tujuannya tak lain sebagai bahan masukan dalam mengawal kebijakan anggaran. "Tidak berhenti malam ini. Idealnya sih awal tahun, kalau ada masukan masih bisa dikejar," bebernya.
Sekretaris Komisi B DPRD Kebumen Adhitya Whisnu Bayu Aji mengaku senang dapat berdiskusi dengan mahasiswa. Pertemuan tersebut menurutnya forum yang tepat untuk mengasah nalar kritis dalam kerangka pembangunan daerah. Dia berpesan agar mahasiswa mampu mengambil peran sebagai agen perubahan. "Ya, dulu saya sempat merasakan fase mahasiswa. Sekarang flashback, bisa brainstorming bareng. Diskusi sambil ngopi," katanya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin menyatakan, banyak permasalahan di Kebumen yang perlu menjadi perhatian DPRD. Termasuk terkait nasib buruh yang belakangan menghadapi badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Dia juga meminta anggota dewan intens mengawasi perlakuan perusahaan atau badan usaha terhadap karyawan.
"Sudah kami sampaikan. Butuh satgas PHK. Supaya perusahaan tidak sewenang-wenang," terangnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita