“Petani lahan pasir yang belum bisa memaksimalkan lahannya, kita dorong agar tertarik untuk mengolah lahan pasir di pesisir pantai selatan,” jelas Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta usai acara distribusi pupuk di Ngepet, Srigading, Sanden, Senin (15/9).
Ia mengatakan bantuan pupuk yang diberikan berjumlah lima ton.
Distribusinya menyasar lima kelompok tani yang tersebar di tiga kapanewon, yakni dua kelompok di Srandakan, dua kelompok di Sanden, dan satu kelompok di Kretek.
“Karena keterbatasan, kami hanya bisa memberikan bantuan sejumlah lima ton,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Bantul Joko Waluyo menambahkan, di pesisir selatan terdapat 14 kelompok tani yang menggarap lahan pasir.
Namun, untuk tahun ini, bantuan baru bisa menyasar lima kelompok tani.
“Mungkin kita teruskan di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Senada dengan wakil bupati, Joko menilai selama ini masih banyak petani yang belum memanfaatkan lahan pasir secara optimal.
Ia berharap bantuan pupuk ini bisa memotivasi petani untuk mengembangkan pertanian di wilayah pesisir.
“Kenyataannya lahan pasir juga bisa ditanami,” tuturnya.
Pemilihan pupuk NPK, menurutnya, karena jenis pupuk ini bersifat kompleks sehingga lebih cocok untuk pertanian di kawasan pesisir pantai.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Manunggal Subadi yang memiliki 167 anggota mengaku terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Semoga tumbuhan kami bisa berkembang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani,” ungkap pria berusia 70 tahun itu. (cin)
Editor : Bahana.