Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sediakan Beragam Layanan Masyarakat dalam Satu Tempat

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 14 September 2025 | 14:15 WIB
Tradisional: Bazar UMKM di lapangan Kanggotan juga menyediakan aneka makanan dan minuman lokal. Di antaranya seperti mi lethek, dawet ireng, jamu dan lainnya.
Tradisional: Bazar UMKM di lapangan Kanggotan juga menyediakan aneka makanan dan minuman lokal. Di antaranya seperti mi lethek, dawet ireng, jamu dan lainnya.

BANTUL - Penutupan peringatan 13 Tahun UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY diisi dengan berbagai kegiatan layanan masyarakat. Acara diadakan sejak pagi hingga malam hari. Seluruh kegiatan dipusatkan di lapangan Kanggotan, Pleret, Bantul.


Berbagai bentuk layanan itu bisa diakses masyarakat. Totalnya ada 21 organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat. Kolaborasi dilakukan dari OPD Pemda DIY, OPD kabupaten, hingga pemerintah kalurahan/desa di Bantul.


Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, keterlibatan berbagai instansi itu merupakan wujud semangat kolaboratif mendukung kesuksesan acara. Setiap OPD membuka layanan sesuai dengan bidangnya di satu tempat. Yakni di lokasi acara Lapangan Kanggotan, Pleret Sabtu (13/9). “Acara penutupan Peringatan 13 Tahun UUK DIY bukan sekadar acara seremonial, tapi ajang sinergi nyata," ujar Aris.


Adapun sejumlah itu antara lain Dinas Koperasi dan UKM DIY yang mengadakan Bazzar UMKM, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY menghadirkan Layanan Pojok Baca, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menyediakan Pasar Murah.


Selanjutnya, Dinas P3AP2 DIY menyuguhkan permainan tradisional anak. Satpol PP DIY menampilkan Sarana Prasarana SRI Parangtritis dan Bappeda Kabupaten Bantul turut hadir sebagai kolaborator kegiatan.

opdBaca Juga: Kawal Target Quatrick, Seluruh OPD Ikut Terjun Langsung Dampingi Kontingen Sleman di Porda XVII DIY 2025


Kemudian, Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul menghadirkan perahu kasko, Dinas PMPTSP Bantul membuka layanan nomor induk berusaha (NIB) dan Dinas Kesehatan K Bantul menyajikan Jamu Seroja.


Selanjutnya Balai PTTG DIY melayani masyarakat dengan Si Keling, RSJ Grhasia memberikan pelayanan kesehatan dan skrining kesehatan jiwa, serta SRI Wilayah III Parangtritis memperkenalkan sarana dan prasarana unggulan. "Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mengawal keberlanjutan Keistimewaan DIY,” terangnya.


Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Parangtritis, Kretek, Bantul, menghadirkan foodtruck. Lalu Pemkal Gilangharjo, Pandak, Bantul, memamerkan keris dan ikan hias. Pemkab Wukirsari, Imogiri, Bantul mempersembahkan wayang dan batik.


Pemkal Sriharjo, Imogiri, Bantul, dengan produk unggulan Srimi. Pemkal Trimurti, Srandakan, Bantul, membawa kuliner khas mi Lethek dan Pemkal Guwosari, Pajangan, Bantul, mengedukasi melalui olahan sampah.


Tak ketinggalan Pemkal Tirtohargo, Kretek, Bantul, memperkenalkan perahu kano. Sebagai tuan rumah acara Pemkal Pleret bersama Pemerintah Kapanewon Pleret menyemarakkan acara dengan gelar budaya dan bazzar UMKM. Adapun Puskesmas Pleret menghadirkan Posyandu Balita Anti Stunting.

Baca Juga: DPAD DIY Gelar Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Rumah Ini Tak Lagi Sama , Beri Inspirasi Semangat Hidup usai Hadapi Duka


Implementasi dari nilai-nilai keistimewaan diharapkan dapat dijaga, diperkuat dan disosialisasikan ke masyarakat. Bisa menjadi pijakan dalam merumuskan arah kebijakan keistimewaan berkelanjutan di masa mendatang. "Sudah 13 tahun berjalan, semoga terus terjaga dan lebih luas kemanfaatannya," jelas Aris.


Salah satu pelaku UMKM yang memproduksi jamu merek “Asman Toga De Jamuu Kalimundu”, Udit memberikan testimoni. Dia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul dan mwndapatkan dukungan dana keistimewaan (danais). Udit menyiapkan 300 botol jamu tradisional yang dibagikan gratis kepada pengunjung. Menurut dia, danais memberikan bukti nyata bermanfaat bagi masyarakat.


"Ini bentuk pertanggung awaban kami mendapatkan danais sejak 2023," ujar Dukuh Karangmundu, Gadingharjo, Sanden, Bantul, ini.


Selama ini Padukuhan Karangmundu mempunyai beragam produk olahan jamu tradisional. Mulai bubuk, sirup, dan langsung. Udit ikut menggelar menggelar pameran sekaligus mempromosikan produk-produk jamu De Jamuu. "Danais kami gunakan membeli alat olahan, bibit, sosialisasi dan lainnya," ceritanya. (oso/kus)

Editor : Herpri Kartun
#Satpol PP DIY #Paniradya Pati Kaistimewaan #Nomor Induk Berusaha (NIB) #Dinas Koperasi dan UKM DIY #Keistimewaan DIY #Dinas PMPTSP #Pemerintah Kalurahan #Organisasi Perangkat Daerah (OPD) #Aris Eko Nugroho #Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY #posyandu #foodtruck