Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gita Laut, “Perikanan Kelautan Lestari, Ekonomi DIY Berseri”, di Pantai Depok, Bantul. Pentingnya Jaga Laut, Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Kusno S Utomo • Minggu, 14 September 2025 | 12:05 WIB

BERTEMU NELAYAN: Gubernur DIY Hamengku Buwono X menghadiri Gerakan Cinta Laut di Pantai Depok, Bantul. Dalam acara itu juga diadakan kegiatan bersih pantai melibatkan berbagai elemen masyarakat.
BERTEMU NELAYAN: Gubernur DIY Hamengku Buwono X menghadiri Gerakan Cinta Laut di Pantai Depok, Bantul. Dalam acara itu juga diadakan kegiatan bersih pantai melibatkan berbagai elemen masyarakat.


BANTUL - Mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan tidak boleh berhenti pada kata-kata alias wacana. Namun harus dibarengi dengan tindak lanjut berupa tindakan nyata. “Perlu adanya langkah konkret dari semua pihak,” ajak Gubernur DIY Hamengku Buwono X.


Ajakan gubernur itu dikemukakan saat acara Gerakan Cinta Laut atau Gita Laut. Dikatakan, Pemda DIY siap memberikan fasilitasi bagi para nelayan di pantai selatan. Baik dalam bentuk penguatan kelembagaan koperasi maupun pemasaran produk olahan perikanan.


Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu juga menekankan pentingnya komitmen bersama agar program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan nelayan. “Kami ingin kapasitas nelayan itu meningkat,” kata HB X di Pantai Depok, Kretek, Bantul, Sabtu (13/9). Gita Laut yang diinisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY mengusung tema “Perikanan Kelautan Lestari, Ekonomi DIY Berseri”.


Kepala DKP DIY Hery Sulistio Hermawan menjelaskan, Gita Laut mengkampanyekan pentingnya menjaga laut agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebab, laut merupakan sumber kehidupan dan penghidupan dengan tetap menjaga kelestarian secara keberlanjutan.

nelayaBaca Juga: Jenazah Nelayan Trenggalek Hilang Sejak 27 Agustus 2025, Ditemukan Mengapung di Perairan Pantai Baron Gunung Kidul


Gita Laut ini berisi berbagai kegiatan. Dimulai dengan merilis tukik ke Pantai Depok. Sebanyak 50 Tukik yang dilepas. Ini merupakan upaya edukasi pentingnya menjaga keberlanjutan hidup penyu. Kemudian dilanjutkan apel dan bersih pantai dipimpin langsung Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel (Mar) Hafied Indarwan.


Ada juga bazar murah ikan laut segar sejumlah setengah ton. Ikan-ikan itu merupakan hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya, ada pula live cooking sebagai kegiatan alih teknologi informasi olahan ikan. Hasil masakan dibagikan secara gratis. Totalnya ada 700 porsi.


Setelah bakti sosial kerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Sejumlah 150 paket sembak dibagikan kepada masyarakat sekitar. Berikutnya, eksibisi perahu nelayan. Melibatkan 30 nelayan dengan 10 perahu motor jambel. Lalu ada juga pameran aneka produk hasil kelautan dan perikanan oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).


Kemudian penyerahan surat izin penangkapan ikan (Sipi) dan sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) hasil perikanan. Kedua izin diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Pemda DIY.


"Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam penyelenggaraan acara ini," kata Hery.


Dalam acara itu, gubernur yang duduk berdampingan dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengadakan dialog dengan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bantul. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari dan Pj Sekprov DIJ Aria Nugrahadi.


Ketua HSNI Bantul Suyanto menyampaikan curhat seputar ketersediaan BBM bersubsidi. SPBU yang letaknya jauh dari titik pendaratan ikan menyulitkan nelayan. Dia mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPDN) di dekat tempat pelelangan ikan (TPI) seperti Pantai Depok.

Baca Juga: Batal Gelar Aksi di DPRD DIY, Ojol Pilih Gelar Diskusi Bertajuk Kembali ke Marwah Perjuangan
Banyak perahu nelayan mesinnya umurnya di atas lima tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko keselamatan saat melaut. “Kami ingin adanya program peremajaan mesin tempel, khususnya di Bantul demi menekan angka kecelakaan di laut,” harapnya.


Suyanto jga ingin didukung mengembangkan budidaya udang. Nelayan Bantul telah menemukan teknologi ramah lingkungan. “Semoga pemerintah daerah mendukung pengolahan pascpanen,” pintanya. (ayu/kus)

 

Editor : Herpri Kartun
#surat izin penangkapan ikan #pantai depok #DKP DIY #tni angkatan laut #Tempat Pelelangan Ikan (TPI) #Nelayan #Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 #usaha mikro kecil menengah (UMKM) #dprd diy #Gita Laut #Gubernur DIY Hamengku Buwono X #Sekprov DIJ #pemda diy