BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta jajaran pemerintah daerah lebih bijak dalam menggunakan anggaran. Dia menekankan agar kegiatan seremonial yang hanya menguras biaya dipertimbangkan untuk ditunda bahkan dihentikan.
Selain itu, Halim juga mengingatkan pejabat eksekutif maupun legislatif supaya tidak menunjukkan gaya hidup mewah di ruang publik. Menurutnya, efisiensi perlu dikedepankan dalam penyusunan program. Kegiatan seremonial maupun perjalanan dinas yang tidak menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dinilai layak untuk dirasionalisasi.
“Saya minta pemerintah daerah mempertimbangkan menunda kegiatan seremonial yang terkesan boros,” ujarnya Kamis (11/9).
Dia menambahkan, pejabat juga harus berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di depan publik. Meskipun isinya benar, penggunaan diksi yang kurang tepat bisa memicu penilaian negatif masyarakat.
“Tidak semua hal yang benar jika disampaikan dengan narasi keliru akan diterima baik. Bisa-bisa malah menimbulkan respons buruk,” tegasnya.
Halim menekankan, agar program pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat. Mulai dari penanganan stunting, pengurangan angka kemiskinan, sampai penciptaan lapangan kerja. Dia juga mendorong komunikasi dengan warga diperkuat melalui dialog dan penyerapan aspirasi.
Baca Juga: Rekam Jejak Rahayu Saraswati: Dari Dunia Seni hingga Mundur dari DPR Gegara Ucapan di Podcast
Dia pun turut menyoroti gaya hidup pejabat. Halim menilai, meski barang mewah dibeli dengan uang pribadi, sebaiknya tidak dipamerkan. “Pejabat daerah jangan flexing, jangan pamer. Itu bisa melukai perasaan masyarakat,” ujarnya.
Dia bahkan memberikan saran, pejabat lebih baik berbelanja di pasar tradisional. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita