BANTUL - Jogja Book Fair kembali digelar di Halaman Grhatama Pustaka, Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Menghadirkan 100 ribu judul buku, even festival literasi ini akan berlangsung hingga 14 September mendatang.
Panitia Jogja Book Fair Aditya Purnomo mengatakan, upaya menggandeng ratusan penerbit dan penulis ini dilakukan untuk menggaet pengunjung. Terbukti, kunjungan tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Namun orang tua hingga anak-anak.
“Judul buku ada sosial politik, kemudian juga buku anak-anak,” beber Aditya saat ditemui Radar Jogja Kamis (11/9).
Terhitung selama empat hari pertama mulai 4-7 September, total kunjungan telah mencapai 30 ribu orang. Artinya, rerata kunjungan per hari ada 7.500 orang.
“Selama empat hari pertama perputaran ekonomi dalam festival ini sekitar Rp 700 juta,” ujar Aditya.
Baca Juga: Terus Matangkan Skuad PSIM, Van Gastel Ingin Level Kompetitif Semua Pemain Sama Tinggi
Tidak hanya penjualan buku, even ini juga turut menggandeng 15 pelaku UMKM. Mulai dari bidang industri kreatif hingga makanan dan minuman.
Aditya menyebut, keterlibatan UMKM dalam Jogja Book Fair memang menjadi bagian penting. Sebab para pecinta buku tidak jarang yang membutuhkan konsumsi di sela kesibukan mereka mencari judul buku favoritnya. “Sejak Jogja Book Fair aktif kembali di tahun 2023 kami selalu melibatkan UMKM,” bebernya.
Baca Juga: Apa Itu Child Grooming? Kasus yang Menyeret Sulthon Kamil Vokalis Harum Manis
Salah satu pengunjung, Danang Prasetyo mengaku cukup terkesan dengan penyelenggaraan Jogja Book Fair. Sebab buku-buku yang ditawarkan dalam festival tersebut disebut lengkap. “Senang sekali bisa ada kegiatan seperti ini, bukunya sangat lengkap,” kata mahasiswa asal Wonosobo, Jawa Tengah ini.
Mahasiswa salah satu kampus swasta di Jogjakarta ini pun berharap, Jogja Book Fair bisa diselenggarakan secara rutin. Sebab festival tersebut sangat bisa memfasilitasi para pecinta buku untuk mendapatkan bahan bacaan kesukaannya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita