Sepanjang 2025, Sebanyak 124 Kejadian Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bantul, Didominasi Korsleting Listrik
Cintia Yuliani• Jumat, 5 September 2025 | 22:45 WIB
Petugas BPBD Bantul sedang memadamkan kebakaran
BANTUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat, sudah terjadi 124 kejadian kebakaran di Bumi Projotamansari. Jumlah itu terhitung sejak awal Januari hingga September 2025.
Estimasi kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 3,433 miliar. Penyebab tertinggi masih didominasi korsleting listrik sebanyak 40 kejadian. Selain itu, kebakaran juga dipicu kebocoran regulator gas sebanyak 14 kejadian, kelalaian warga sebanyak 19 kejadian, pembakaran sampah sebanyak 20 kejadian, dan sisanya sejumlah penyebab lain.
“Dari 17 kapanewon, yang tertinggi ada di Kapanewon Kasihan dengan 27 kejadian,” kata Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dihubungi Jumat (5/9).
Upaya pencegahan terus dilakukan BPBD Bantul melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Beberapa langkah yang ditempuh antara lain sosialisasi, pelatihan, pembentukan relawan pemadam kebakaran, hingga inspeksi peralatan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto, turut mengimbau warga agar selalu waspada. Salah satunya dengan memastikan penggunaan peralatan listrik yang sesuai standar.
“Pergunakan peralatan listrik ber-SNI, hindari penggunaan stop kontak bertumpuk. Lepas peralatan listrik jika tidak dipakai dan matikan sebelum bepergian lama,” ujarnya.
Selain itu, warga juga diminta lebih berhati-hati dalam membakar sampah. Jika terpaksa, jauhkan dari bahan yang mudah terbakar dan jangan ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Hindari juga membakar sampah saat angin kencang.
Irawan menyarankan masyarakat untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing. Jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat, warga bisa segera menghubungi Pusdalops BPBD Bantul di 0274 6462100 (call/WhatsApp) atau call center Bantul 112 (bebas pulsa). (cin)