BANTUL - Pelaksanaan Sanden Fair 2025 sempat terancam hanya berjalan sehari karena adanya pemangkasan dana keistimewaan. Namun berkat dukungan masyarakat dan stakeholder, kegiatan akhirnya tetap bisa digelar selama tiga hari tiga malam seperti tahun-tahun sebelumnya.
Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono mengungkapkan, awalnya pihak panitia memutuskan untuk memangkas durasi acara. “Kalau sehari, teman-teman UMKM rugi karena pagi pasang stand, sore sudah ditutup," jelasnya saat ditemui di Sanden Fair 2025 Kamis (28/8).
Baca Juga: UMKM Bantul Tembus 95 Ribu, Didominasi Bergerak di Bidang Kuliner, Disusul Kerajinan Tangan
Berkat masukan dan dukungan semua warga Sanden, akhirnya bisa berlangsung tiga hari tiga malam.
Sebelumnya Sanden Fair sudah digelar rutin sejak 2021. Pada tahun pertama, acara hanya berlangsung sehari karena keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Pengundian Lapak Pasar Godean Disepakati akan Diulang dari Awal
Namun sejak tahun kedua, adanya dukungan dana keistimewaan membuat kegiatan bisa dilaksanakan selama tiga hari.
Meski tahun ini anggaran kembali berkurang, semangat warga dan panitia tetap menjaga tradisi tersebut.
Tahun ini tersedia 25 stand. Pesertanya didominasi pelaku UMKM Sanden, sementara sebagian lainnya berasal dari sekolah-sekolah serta Ikatan Arsitektur Indonesia.
Baca Juga: Pengundian Lapak Pasar Godean Disepakati akan Diulang dari Awal
"Produk unggulan tetap pada sektor pertanian, seperti ketela, dan hasil bumi lainnya," tuturnya.
Selain produk UMKM, Sanden Fair juga menampilkan potensi budaya dan seni dari anak TK, PAUD, SMA, hingga masyarakat umum. Semua penampilan digelar gratis berkat dukungan warga.
Tahun lalu, Sanden Fair mencatat omset Rp 130 juta selama tiga hari. Tahun ini, kata dia, menargetkan minimal capaian yang sama, sekaligus mendorong kebangkitan UMKM pascapandemi Covid-19.
Tema kegiatan tahun ini adalah Inovasi Kemandirian UMKM Kapanewon Sanden dan Budaya Sanden sebagai Pengungkit Potensi Gerbang Selatan Yogyakarta.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta berharap, acara ini tidak hanya sekadar hiburan. Tetapi juga mampu membangkitkan perekonomian warga. Ia pun sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapanewon Sanden yang telah menyukseskan acara ini.
Baca Juga: Berani Lawan! Salsa Erwina Tantang Ahmad Sahroni Debat, Publik Ramai Memberi Dukungan
Salah satu daya tarik Sanden Fair 2025 adalah penampilan baju daur ulang hasil kreasi pengrajin lokal. Meski berbahan barang bekas, karya tersebut dinilai istimewa.
“Awalnya dianggap sepele karena dari barang bekas, tapi setelah menjadi karya hasilnya luar biasa. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita