BANTUL – Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bantul terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, tercatat sekitar 95 ribu UMKM sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Data Koperasi dan UMKM (Sidaku). Jumlah tersebut diperkirakan lebih besar dalam praktik di lapangan.
Kepala DKUKMPP Bantul Praptanugraha menyampaikan UMKM di Bantul tetap eksis di berbagai situasi, bahkan terus mendapat sokongan kuat dari pemerintah kapanewon.
"Harapannya, inovasi mereka tetap dikembangkan," jelasnya saat ditemui di Sanden Fair 2025 Kamis (28/8).
Baca Juga: Pengundian Lapak Pasar Godean Disepakati akan Diulang dari Awal
Khususnya di Sanden misalnya, kata dia, UMKM bisa menampilkan keunikannya masing-masing sekaligus menemukan cara terbaik dalam memasarkan produk.
Menurutny,a mayoritas UMKM di Bantul bergerak di bidang pengolahan makanan, disusul kerajinan tangan. Selain itu, terdapat pula sektor perdagangan dan jasa yang terus berkembang.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, UMKM menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal. Dengan rata-rata satu UMKM melibatkan sekitar tiga orang pekerja, maka 95 ribu UMKM yang ada di Bantul mampu menyerap sedikitnya 285 ribu tenaga kerja.
Adapun terkait akses permodalan, banyak pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga: Pinjamkan Zalnando ke Persik Kediri, Begini Harapan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat
Hal ini dinilai membantu mereka untuk naik kelas, baik dari usaha mikro ke kecil, hingga menengah. Sebenarnya, kata dia, cukup banyak UMKM di Bantul yang sudah naik kelas. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita