Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perkembangan tersebut.
Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah menjelaskan, sepanjang 2025 pihaknya menerima sejumlah laporan masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba.
Penindakan dilakukan bersama BNN DIY dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
“Beberapa penangkapan terjadi di Piyungan dan Kasihan. Kami mendukung penindakan yang langsung dilakukan BNN RI,” ujarnya saat ditemui di Lapangan Trirenggo, Senin (25/8).
Kasus terbaru yang diungkap bulan ini menunjukkan adanya upaya produksi narkoba jenis sabu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jaranan, Panggungharjo, Sewon.
Dari lokasi tersebut, aparat menyita berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk memproduksi zat terlarang.
“Memang bahan kimia atau prekusornya sudah habis, tetapi peralatan produksi ditemukan. Pengiriman perlengkapan melalui platform daring juga sudah terlacak,” jelas Arfin.
Selain menekan sisi produksi dan peredaran, BNNK Bantul juga terus menjalankan program rehabilitasi.
Hingga tahun ini, 58 orang sudah mengikuti program tersebut, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga warga binaan Lapas Pajangan.
“Siapapun bisa kami layani, asalkan hasil pemeriksaan positif,” kata Arfin.
Ia menambahkan,sekitar 25 persen yang mengikuti program rehabilitasi di tahun 2024 terjerat narkoba akibat permasalahan keluarga dan yang mendominasi penyalahgunaan narkoba banyak melibatkan kalangan muda termasuk pelajar.
"Faktor lingkungan dan juga Komuni teman sebaya memiliki peran besar, ada yang mendapat barang (narkoba, Red) hanya karena ajakan teman," jelasnya.
Sementara itu, kata dia keberhasilan rehabilitasi sangat tergantung pada dukungan keluarga dan masyarakat.
"Jika sudah tidak kambuh, berarti dianggap membaik dan bisa fokus menyongsong selanjutnya," katanya.
Namun walaupun audah tidak kambuh, tetapi masih masih sering kembali ke lingkungan komunitas penggunaan, kata dia dikhawatirkan akan kambuh lagi.
Ia pun menekankan pentingnya menolak, berani melapor, dan berani mengikuti rehabilitasi jika sudah terlanjur terlihat.
"Di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat kerja, masyarakat harus waspada, dukungan sosial sangatlah penting demi mencegah penyalahgunaan narkoba," tutupnya. (cin)
Editor : Bahana.