BANTUL - Di balik tumpukan sampah yang setiap hari diolah di Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran, tersimpan kisah unik para pekerja pemilah sampah. Bagi sebagian dari mereka, sampah tak hanya menyisakan plastik, kertas, tetapi juga kerap menghadirkan rezeki tak terduga berupa uang.
Arih Albiyatun, 40, salah satu pekerja pemilah sampah di ITF Bawuran menceritakan pengalamannya menemukan uang saat memilah plastik. “Kadang tiba-tiba ada uang, sudah tersobek ternyata ada uang di dalamnya. Tadi saja saya dapat 500 perak,” ujarnya saat ditemui di ITF Bawuran Rabu (20/8).
Baca Juga: Nilai Ekspor Sleman Turun, Eksportir Coba Rambah Pasar Dalam Negeri
Tak hanya sekali, Arih sudah beberapa kali mendapatkan uang dari tumpukan sampah. Jumlahnya pun beragam, mulai dari recehan hingga puluhan ribu rupiah.
Ia mengaku pernah menemukan uang di dalam amplop. Sampai sekarang totalnya hampir Rp 400 ribu uang yang ditemukan dari memilah sampah. "Ya, disyukuri saja, namanya rezeki,” katanya.
Baca Juga: Maraknya Penipuan Keuangan Digital, OJK Luncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam
Cerita serupa dialami Slamet Amir Suyoto, 60, mengaku, sudah mengumpulkan sekitar Rp 500 ribu dari uang yang tak sengaja ditemukan.
Namun, berbeda dengan Arih yang merasa selalu bersyukur, Slamet mengaku memiliki perasaan campur aduk. “Saya senang juga enggak, sedih juga enggak. Karena saya berpikir, kehilangan uang seribu rupiah saya bingung nyarinya, apalagi orang lain yang kehilangan dengan jumlah besar," tururnya.
Baca Juga: Pemain Asing Ke-10 PSIM Jogja Sudah Bergabung Latihan, Administrasi Segera Dikebut Pihak Manajemen
Menurut Slamet, temuan uang itu murni kebetulan. “Belum tentu sebulan sekali ada. Kadang ada, kadang tidak sama sekali,” tambahnya.
Fenomena penemuan uang atau barang berharga di ITF Bawuran dibenarkan oleh Wakil General Manager ITF Bawuran Mohammad Imam Santoso. Ia menyebut, selain uang, pekerja juga pernah menemukan benda berharga lain. “Pernah ada yang menemukan emas satu gram, ada juga ponsel. Itu menjadi rezeki mereka selain penghasilan resmi sebagai pekerja,” jelasnya.
Imam berharap, temuan-temuan itu bisa menjadi nilai tambah bagi pekerja, sekaligus motivasi dalam mengelola sampah dengan lebih baik.
Ia melihat fenomena ini sebagai hal unik dan menarik. Ia berharap pengalaman ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih teliti memilah sampah sejak dari rumah. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita