Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diretas, WhatsApp Kepala Disdukcapil Bantul Kwintarto Dipakai untuk Pinjam Uang ke Calon Korbannya

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 17 Agustus 2025 | 00:46 WIB
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul Kwintarto Heru Prabowo.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

BANTUL - Nomor telepon seluler milik Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul Kwintarto Heru Prabowo diretas orang tak dikenal. Dalam aksinya, oknum tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan nomor Kwintarto untuk mengirim pesan penipuan melalui aplikasi WhatsApp dan meminta sejumlah uang.

Dalam pesan yang beredar luas, pelaku meminta transferan sebanyak Rp 2 Juta rupiah dengan alasan meminjamnya lalu akan dikembalikan malam harinya. Pesan itu berbunyi "Assalamualaikum wr,wb Ada simpanan saldo 2jt gak direkeningnya mau minjem dulu nanti malam balikinnya," tulis pesan itu.

Kwintarto Heru Prabowo pun mengonfirmasi jika akun WhatsApp miliknya telah diretas sejak Sabtu (16/8) dini hari. Ia membenarkan peretasan itu membuat nomor pribadinya digunakan untuk mengirimkan pesan broadcast hingga permintaan pinjaman uang kepada sejumlah orang.

"Mulai sekitar pukul 02.16 dini hari terdeteksi perangkat saya terkoneksi dengan alat lain. Sampai sekarang WhatsApp saya belum bisa diaktifkan kembali," katanya kepada wartawan, kemarin (16/8) siang.

Menurutnya, sebelum akun WA pribadinya diretas, Kwintarto sempat menerima pesan singkat dari mantan Kapolsek Sewon. Pesan itu berisi undangan file APK yang seringkali berisi malware atau program berbahaya yang dapat mencuri data pribadi.

"Pesan itu memang saya klik, tapi kok tidak ada gambarnya. Kemudian saya balas Pak ini kok tidak bisa dibuka," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, Kwintarto langsung menerima telepon dari rekannya itu yang mengabarkan bahwa akun WhatsApp-nya juga diretas. Sehingga Kwintarto meminta untuk berhati-hati jika mendapat pesan dari nomor tersebut.

Ia juga menjelaskan indikasi peretasan bermula ketika muncul notifikasi bahwa nomor WhatsApp miliknya terblokir sementara karena diduga melakukan aktivitas mencurigakan. Sesaat kemudian, akun itu diambilalih orang lain dan mulai menyebarkan pesan-pesan ke sejumlah kontak, termasuk wartawan.

Kwintarto menegaskan, pesan yang beredar meminta pinjaman uang dengan mengatasnamakan dirinya adalah modus penipuan. "Ada yang dimintai Rp 10 juta, Rp 5 juta, atau Rp 2 juta. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan korban yang benar-benar mengirimkan uang," tuturnya.

Demi mengantisipasi penyalahgunaan lebih lanjut, Kwintarto sudah meminta keluarga serta teman-temannya untuk mengeluarkan nomornya dari berbagai grup WhatsApp. Pihaknya juga sudah mengumumkan secara terbuka melalui akun media sosial pribadi maupun Disdukcapil Bantul agar masyarakat lebih waspada.

Tak hanya itu, Kwintarto pun juga mengimbau kepada siapa pun yang menerima pesan mencurigakan dari nomor WhatsApp miliknya itu agar mengabaikan dan tidak menanggapi.

Mudah-mudahan tidak ada yang tertipu. Saya tegaskan, itu bukan saya," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#whatsapp #Disdukcapil #modus #Penipuan #broadcast #notifikasi #program #malware