Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Mereka Yang Bertahan dengan Ojek Pangkalan di Bantul: Kini Tak Lagi Jadi Andalan, Hanya Pengisi Waktu Luang

Cintia Yuliani • Jumat, 15 Agustus 2025 | 19:35 WIB

MANGKAL: Ojek Pangkalan di lampu merah Dongkelan, Panggungharjo, Sewon sedang menunggu penumpang Jumat (15/8).
MANGKAL: Ojek Pangkalan di lampu merah Dongkelan, Panggungharjo, Sewon sedang menunggu penumpang Jumat (15/8).
BANTUL — Bagi sebagian pengemudi ojek pangkalan di Bantul, pekerjaan yang dulu menjadi tumpuan ekonomi kini berubah fungsi.

Pendapatan yang menurun drastis sejak hadirnya ojek online membuat sebagian pengojek memilih menjadikan aktivitas ini sekadar pengisi waktu luang.

Muldwiyarso, 66, misalnya, kini tak lagi mengandalkan ojek sebagai sumber nafkah utama.

Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan usaha produksi tahu bakso di rumah. Ia datang ke pangkalan ojek hanya jika ada waktu luang saja.

“Saya sifatnya cuma membantu, kalau ada anggota yang tidak narik, baru saya ambil penumpang. Jadi tidak pasti, bukan pekerjaan utama,” ujarnya saat ditemui di ojek pangkalan Dongkelan, Jumat (15/8).

Biasanya Muldwiyarso datang ke pasar Bantul sekitar pukul 07.00 untuk mengantar titipan tahu bakso.

Usai urusan di pasar selesai, ia ke pangkalan hingga sore, sebelum pulang untuk melanjutkan pekerjaan di rumah.

Perjalanan yang dilayani pun bervariasi, mulai dari jarak dekat hingga ke daerah Samas, Parangtritis, bahkan Purworejo dan Magelang. Tarif ojek ke Purworejo sekitar Rp 100 ribu dengan keuntungan 40 persennya.

“Yang penting bisa nyambung hidup, untung sedikit tidak apa-apa,” katanya.

Hal serupa dirasakan Saifan, 72, yang sudah menjadi pengojek pangkalan sejak 1997.

"Saya kerja ojek pangkalan hanya untuk hiburan dan mengisi waktu luang, ada pun alhamdulillah ngga ada gapapa," tuturnya.

Meski pernah ditawari bergabung ke ojek online, ia memilih bertahan di pangkalan, karena lebih nyaman menjadi ojek Pangkalan. Namun, memang ia mengakui pendapatan menurun tajam.

“Dulu sehari 24 penumpang, sekarang paling cuma satu atau dua orang, sering malah tidak ada penumpang,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar penumpang kini lebih memilih layanan online, sementara ojek pangkalan lebih sering digunakan oleh pelanggan tetap yang sudah mengenal pengemudi.

Selain itu, para ojek pangkalan juga menawarkan ke penumpang bus yang turun di perempatan lampu merah di Dongkelan untuk menggunakan jasa ojek mereka.

Bahkan Saifan pun tidak hanya menarik penumpang pada siang hingga sore hari. Namun, di dini hari sekitar pukul 2 hingga 5 pagi, menunggu penumpang yang turun dari bus.

"Biasanya yang pakai jasa kita orang sudah sepuh, yang gaptek (gagal teknologi, Red)," jelasnya. (cin)

Editor : Bahana.
#ojek pangkalan #ojek #Bantul