Para nelayan senior mengaku kesulitan mencari penerus, lantaran pekerjaan ini dianggap berat, berisiko tinggi, dan hasilnya tidak menentu.
Daryono, 54, seorang nelayan lokal menuturkan banyak orang tua yang berprofesi nelayan berharap anak-anak mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih aman dan nyaman dibandingkan orang tua mereka.
“Harapan saya minimal anak-anak sekolah sampai SMA, syukur bisa kuliah, dan bekerja di tempat teduh, di kantoran,” ujarnya saat ditemui di Pantai Depok Selasa (12/8).
Menurutnya, anak-anak memang perlu tahu beratnya pekerjaan orang tua.
Sesekali, jika tidak masuk sekolah, tak masalah diajak ke laut untuk merasakan panas, hujan, dan kerasnya mencari nafkah. Meski begitu, ia mengakui regenerasi nelayan sangat sulit.
Hal senada diungkapkan Sadiman, 57, yang menyebut generasi sekarang jarang berminat menjadi nelayan.
Menurutnya risikonya besar. Jika belum terbiasa melaut, maka tidak jarang mabuk di tengah laut.
"Malah kebanyakan anak muda di sini jadi tukang parkir. Itu kan langsung dapat uang, kalau melaut belum tentu,” ungkapnya.
Pelatihan bagi nelayan muda sebenarnya ada, tetapi peminatnya sedikit.
Ia mengungkapkan hanya ada tiga sampai empat orang yang tertarik mengikuti pelatihan menjadi nelayan di sekitar Pantai Depok.
"Itu pun mereka yang benar-benar mau belajar Kalau yang takut lihat gelombang, ya tidak mau,” katanya.
Sadiman khawatir, jika tidak ada regenerasi, sektor perikanan dan wisata kuliner di pesisir Bantul akan terdampak.
Menurutnya pengunjung di Pantai Depok biasanya senang melihat kapal bersandar sekaligus membeli ikan segar.
"Kalau tidak ada yang melaut, nanti pengunjung berkurang,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mengaku telah menyiapkan strategi untuk menjaga keberlanjutan profesi nelayan.
Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul Pramahdiansyah menyebut, ada tiga langkah utama yang dilakukan.
"Langkah untuk mengatasinya bisa dengan penguatan keselamatan kerja, peningkatan keterampilan, dan perlindungan asuransi ketenagakerjaan bagi nelayan," jelasnya. (Cin)
Editor : Bahana.