Pemuda tersebut nekat dua kali mencoba mengakhiri hidup, salah satunya sambil melakukan siaran langsung di Instagram dari atas atap rumahnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika F mengikuti lomba 17 Agustusan di kampung. Usai lomba, ia pulang ke rumah dan mengeluh sakit kepala kepada ibunya, S (59).
“Setelah saya kerik, saya minta dia istirahat, tapi dia menolak dan keluar rumah,” ujar sang ibu.
Tak lama kemudian, F kembali dan berbincang dengan M (60), tetangganya yang sedang memperbaiki pompa air.
Namun, tanpa diduga, F mengambil palu dan obeng, mengusir M, lalu melompat ke sumur sedalam tiga meter.
Setelah dibujuk warga, ia keluar, namun langsung mengambil parang dan memanjat atap rumah sambil mengancam akan bunuh diri.
Petugas Polsek Sewon yang datang ke lokasi berhasil membujuknya turun.
Namun, setelah mediasi dengan keluarga dan perangkat dukuh, F kembali naik ke atap sambil membawa tablet dan melakukan siaran langsung di Instagram, menyatakan niat untuk mengakhiri hidup.
Situasi akhirnya mereda setelah teman-teman sekolah dan kuliah F datang dan membujuknya turun.
Pemuda tersebut kemudian dievakuasi menggunakan mobil siaga FPRB Bangunharjo menuju Rumah Sakit Jiwa di Klaten untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut informasi yang dihimpun, aksi F diduga dipicu persoalan keluarga terkait tanah yang disewakan untuk indekos.
Ia juga mengalami halusinasi merasa selalu diawasi, dengan riwayat keluarga yang memiliki gangguan kejiwaan.
Beruntung, proses evakuasi berjalan aman dan F kini mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan jiwa.
Penulis: Syafarina Nurul Insania