Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DP3APPKB Bantul Gencar Lakukan Pendampingan kepada Masyarakat untuk Menekan Kasus Stunting

Cintia Yuliani • Senin, 11 Agustus 2025 | 01:45 WIB

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Ninik Istitarini
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Ninik Istitarini
 

BANTUL – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul gencar melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk menekan angka stunting.

Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini menjelaskan, pihaknya fokus pada langkah pencegahan atau preventif dengan mendampingi calon pengantin, ibu hamil, hingga keluarga yang tergolong keluarga risiko stunting. Namun, ia menegaskan penanganan stunting tidak hanya dari DP3APPKB  Bantul saja, tetapi merupakan tugas bersama berbagai pihak. 

 Baca Juga: Rafinha Belum Lakukan Debut di Super League, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel Ungkap Alasan Taktis

“Pendampingannya itu dilakukan sejak dini, sebelum kasus stunting terjadi.” Jelasnya saat ditemui setelah acara peringatan hari anak di Pendapa Manggala Parasamya II Pemkab Bantul Minggu (10/8).

Ninik menegaskan stunting memiliki dua dampak besar bagi anak, yaitu dampak fisik dan dampak pada kecerdasan. Stunting memengaruhi perkembangan otak sehingga anak berpotensi tertinggal dalam proses belajar dan kesulitan berpikir secerdas anak-anak yang tumbuh normal. Dampak ini sering kali tidak terlihat langsung, namun akan jelas dalam jangka panjang.

 Baca Juga: KDMP Bangunharjo Jadi Percontohan Nasional 6 Gerainya Malah Tutup! Sekda Bantul Beri Penjelasan Begini

Dari sisi fisik, stunting menghambat pertumbuhan anak sehingga tinggi badan mereka tidak setara dengan teman seusianya. 

“Misalnya, pada usia 15 tahun, anak lain tingginya sudah sekian, sementara anak yang stunting lebih pendek," katanya. 

Menurutnya masa depannya akan jauh lebih terbatas dibandingkan anak normal. Contoh nyata kata dia, adalah anak yang stunting tidak bisa melamar menjadi polisi atau tentara, karena terkenda tinggi badan yang kurang sesuai.

 Baca Juga: Wisatawan Wajib Waspada! Sempat Tak Mendarat, Kini Ubur-Ubur Kembali Ditemukan di Kawasan Baron

Bahkan lanjut Ninik untuk profesi tertentu seperti pramugari pun ada syarat minimal tinggi badan yang harus dipenuhi. “Jangankan pramugari, untuk pramuniaga di mal saja ada batas minimal tinggi badan. Nah, kita justru memikirkan risiko jangka panjang seperti ini,” tambahnya.

 

Melalui pendampingan yang dilakukan, DP3APPKB Bantul berharap mampu memutus rantai risiko stunting sejak dini sehingga anak-anak di Bantul dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik. (cr2)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perkembangan #Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana #calon pengantin #pertumbuhan anak #Risiko Stunting #anak #pendampingan #DP3APPKB Bantul #Stunting #Bantul #DP3APPKB