Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Dapat Predikat Kabupaten Layak Anak, Bantul Targetkan Predikat Paripurna di Tahun 2026

Cintia Yuliani • Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:02 WIB

 

DILANTIK: Anggota Forum Anak Bantul periode tahun 2025/2027 sedang dilantik oleh Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dalam acara Hari Anak Nasional
DILANTIK: Anggota Forum Anak Bantul periode tahun 2025/2027 sedang dilantik oleh Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dalam acara Hari Anak Nasional

BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus berkomitmen menjaga dan melindungi anak, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun pemenuhan hak-hak lainnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan kembali dipertahankannya predikat Kabupaten Layak Anak, yang penghargaanannya diberikan langsung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Jumat (8/8).

Oleh karena itu Pemkab Bantul terus berkomitmen meningkatkan predikat yang telah diberikan.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, Bantul menargetkan untuk meraih predikat paripurna di tahun 2026.

Langkah yang akan ditempuh di antaranya memperkuat kerja sama dengan komunitas perlindungan anak di Bantul, guna memastikan adanya pembinaan, peningkatan pengetahuan, serta pengarahan agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.

“Tahun depan Kabupaten Bantul insyaallah menargetkan predikat paripurna,” jelasnya saat ditemui di Pendapa Manggala Parasamya II Pemda Bantul, Minggu (10/8).

Aris mengungkapkan, sebenarnya Pemkab Bantul telah menargetkan predikat paripurna tahun ini.

Namun, karena pihak kementerian belum memberikan predikat tersebut kepada daerah manapun, Bantul tetap berada di posisi Kabupaten Layak Anak.

“Tentunya mewujudkan predikat paripurna kriteria-kriteria yang disyaratkan akan terus kita diskusikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Ninik Istitarini mengungkapkan secara kriteria Bantul sebenarnya sudah memenuhi syarat predikat paripurna.

“Sebenarnya kita targetkan dari dampak semua indikator yang kita punya itu sudah semakin baik,” jelasnya.

Indikator tersebut antara lain nihilnya kasus kekerasan terhadap anak di Bantul, tidak adanya pernikahan dini, bebas stunting, dan tidak ada kasus kematian bayi. Namun, ia mengakui masih terdapat beberapa dampak yang belum sepenuhnya bisa dieliminasi.

Untuk mengatasinya, DP3APPKB Bantul mengedepankan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dinas pendidikan, untuk menelusuri akar permasalahan yang membuat anak-anak terjerumus ke pergaulan bebas.

“Misalnya anak-anak pergi larut malam dan akhirnya terlibat masalah, maka kita pikirkan penyebabnya dan carikan solusi,” terangnya.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengatur jam bermain anak agar terhindar dari risiko tersebut.

Terlepas dari hal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Pemkab Bantul juga melantik pengurus Forum Anak Bantul periode 2025/2027 di Pendapa Manggala Parasamya II.

Kehadiran forum ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target predikat paripurna, dengan mengajak anak-anak terlibat aktif menyuarakan aspirasi dan mengedukasi teman sebaya untuk tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan positif. (Cr2)

Editor : Bahana.
#Perlindungan Anak #kabupaten layak anak #Bantul