Kesbangpol Mengimbau Masyarakat Bantul lebih Fokus pada Hari Kemerdekaan daripada Bendera one piece
Cintia Yuliani• Sabtu, 9 Agustus 2025 | 04:30 WIB
Bendera one piece banyak dikibarkan di bukan Agustus, kritisi "kemerdekaan"?
BANTUL – Ramainya perbincangan soal bendera One Piece di media sosial dalam beberapa minggu terakhir ikut menyentuh perhatian pemerintah daerah. Simbol tengkorak khas bajak laut fiksi itu, meski berasal dari dunia hiburan, menimbulkan perdebatan karena mulai terlihat di sejumlah ruang publik di Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul Stephanus Heru Wismantara memastikan belum ada tanda-tanda bendera tersebut berkibar di wilayah mereka hingga awal Agustus. Artinya, sejauh ini belum diperlukan langkah khusus atau aturan tegas untuk melarangnya.
Meski demikian, Kesbangpol menilai momen menjelang peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi ruang utama bagi bendera Merah Putih. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 sudah jelas mengatur kedudukan bendera negara sebagai simbol persatuan, bahkan ketika dikibarkan berdampingan dengan bendera lain, termasuk milik organisasi.
“Kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan,” jelasnya saat ditemui di kantornya Kamis (7/8).
Karena itu, penggunaan simbol populer yang tidak memiliki kaitan langsung dengan nilai-nilai kebangsaan perlu dipertimbangkan kembali penempatannya.
Jika di kemudian hari ada warga yang mengibarkan bendera mirip Jolly Roger, Kesbangpol Bantul berencana menempuh pendekatan dialog terlebih dahulu. Langkah penindakan cepat dianggap tidak perlu, mengingat kemungkinan sebagian masyarakat mengibarkannya hanya sebagai tren tanpa memahami makna yang melekat pada simbol tersebut. (cr2)