BANTUL - Kepala Staf Kepresidenan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti Putranto melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul Jumat (8/8). Kedatangannya tidak hanya untuk meninjau fasilitas. Tetapi juga menyapa para siswa, menyampaikan pesan motivasi, serta mengecek langsung kondisi makanan yang dikonsumsi.
Dia pun ikut mencicipi menu ayam krispi, kerupuk, hingga nasi goreng. “Kalau nasinya ngga hangat walaupun lauknya enak tetap saja terasa tidak enak,” lontarnya.
Baca Juga: Tidak Hanya Bertugas Kibarkan Bendera, Paskibraka Sleman Akan Jadi Duta Pancasila
Menu yang disediakan, menurutnya sudah sesuai dengan selera anak-anak. Namun tidak melupakan gizi seimbang yang diperlukan oleh para siswa.
Namun saat ada siswa yang ingin menyantap mi goreng, Putranto tak lantas menolaknya. Menurutnya, hal itu wajar dan bisa dijadikan variasi menu malam hari. Selama tidak mengganggu keseimbangan gizi dan pola kegiatan harian anak-anak. “Menu akan terus disesuaikan oleh pihak katering yang bekerja sama dengan Kemensos RI,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Perluas Imunisasi Kanker Serviks, 350 Anak di Luar Sekolah Jadi Sasaran
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto fokus terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, perhatian yang diberikan bukan hanya kepada mereka yang telah memiliki akses pendidikan yang mapan. Tetapi justru menyasar anak-anak yang selama ini tertinggal.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud dari semangat pemerataan itu. “Ini bentuk kasih sayang negara kepada rakyatnya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat, lanjutnya, bukan hanya tempat belajar, melainkan juga tempat membangun karakter dan masa depan. Anak-anak yang tinggal di asrama tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga dipersiapkan secara mental, fisik, dan sosial.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat 19 Bantul Agus Ristanto menyebut, saat ini proses pelayanan di dapur belum optimal. Sebab tenaga kebersihan dan juru masak masih terbatas. Sehingga siswa diajarkan untuk disiplin dan tanggung jawab ikut menjaga kebersihan.
Saat disinggung terkait menu yang disajikan, dia tidak menampik masih ada makanan yang tersisa. Hanya saja, hal ini karena anak-anak yang masih dinilai malu-malu. “Anak-anak ragu untuk menyampaikan keinginan mereka,” ungkapnya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita