Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelombang Laut Tinggi Nelayan Pantai Depok Rehat Melaut, Pendapatan Anjlok Hingga 50 persen

Cintia Yuliani • Jumat, 8 Agustus 2025 | 22:58 WIB

BERJEJER: Banyak perahu di pinggir Pantai Depok yang tidak melaut karena gelombang tinggi pada Jumat (8/8)
BERJEJER: Banyak perahu di pinggir Pantai Depok yang tidak melaut karena gelombang tinggi pada Jumat (8/8)
BANTUL – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir selatan dalam sepekan terakhir membuat nelayan di Bantul terpaksa menghentikan aktivitas melaut.

Tingginya gelombang laut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menyebabkan hasil tangkapan menurun drastis hingga 50 persen.

Hal itu diungkapkan beberapa nelayan setempat yang kini lebih memilih memperbaiki perahu dan membersihkan alat tangkap daripada mengambil risiko di tengah laut.

Sadiman, 57, nelayan Pantai Depok, sudah satu minggu tidak melaut. Ia mengaku memanfaatkan waktu liburnya untuk membersihkan jaring dan memperbaiki kapal yang kotor dan penuh kerang kecil.

Menurutnya, saat kondisi laut tenang, penghasilannya bisa mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta sekali melaut. “Kalau gelombau tinggi, hasil tangkapan tak menentu, bisa paling capai kurang lebih ya Rp 150 ribu saja,” katanya saat ditemui di Pantai Depok Jumat (8/8).

Meski begitu, menurutnya ada beberapa nelayan kurang lebih 10 perahu yang tetap nekat melaut saat cuaca buruk.

Namun, risikonya sangat besar, apalagi jika mesin perahu mengalami kerusakan.

Sadiman bahkan baru saja mengeluarkan biaya hingga Rp 1 juta untuk memperbaiki mesin dan kapalnya.

Menurut pantauan Radar Jogja di sekitar Pantai Depok, pukul 08.00 sampai 09.00 terlihat enam kapal yang telah mendarat di Pantai Depok.

Selain itu, memang benar gelombang yang berada di Pantai Depok tinggi. Bahkan sampai melewati palung di Pantai Depok.

Senada dengan Sadiman Daryono, 54, nelayan lainnya, juga menyoroti betapa berpengaruhnya gelombang tinggi terhadap hasil tangkapan ikan.

Menurutnya, kondisi pantai selatan yang langsung menghadap samudra lebih berisiko dibandingkan dengan Pantura yang relatif tenang.

“Gelombang ekstrim dan cuaca belum stabil, sangat berpengaruh dengan hasil tangkapan ikan” kata Daryono.

Daryono mengatakan sempat ada dua hari gelombang mereda, tetapi gelombang kembali tinggi sehingga nelayan urung melaut.

“Menurunnya (pendapatan, Red) sangat drastis dibandingkan pada saat gelombang tidak tinggi, hampir 50 persen penurunannya,” ungkapnya.

Sebagian besar nelayan di kawasan ini merupakan nelayan tradisional dengan alat tangkap sederhana. Saat cuaca buruk, hasil tangkapan hanya cukup untuk menutupi operasional, bahkan kadang tidak ada yang bisa dijual sama sekali.

“Yang biasanya sekali melaut bisa menghasilkan Rp 400 ribu bersih, sekarang 100 ribu bahkan ada yang tidak jual sama sekali,” jelasnya.

Sistem bagi hasil juga memperlihatkan bahwa pendapatan bersih nelayan tidak sebesar yang dibayangkan. Dari hasil kotor misalnya Rp 1 juta, akan dikurangi dulu biaya operasional seperti BBM dan minum. Sisanya dibagi dua antara pemilik dan awak kapal.

“Kalau harga jual satu juta, dipotong operasional 200 ribu, sisa 800, dibagi dua, Rp 400 ribu buat juragan, Rp 400 ribu dibagi dua lagi buat karyawan,” paparnya.

Ia juga menjelaskan adanya dua jenis nelayan yang melaut di Pantai Depok nelayan lokal dan nelayan andon. Nelayan lokal merupakan warga setempat, sedangkan nelayan andon berasal dari luar daerah seperti Cilacap.

Ia mengatakan nelayan lokal sekitar 70 orang, sedangkan nelayan andon sekitar 30-an orang yang berasal dari Cilacap. Mereka ke Pantai Depok membawa kapal sendiri dan ada pula yang menyewa kapal orang lain.

Terpisah, penjual ikan Heppy Prihatin di Pasar Ikan Pantai Depok mengeluhkan hal yang sama. Ia menambah stok ikan dari Semarang dan Pantura, karena stok di pantai selatan termasuk Pantai Depok bahkan Pantai yang berada di Cilacap menipis.

“Karena kan pantai selatan lagi gelombang tinggi jadi hasil tangkapannya mengurang, makannya ambil stok dari pantai utara yang gelombangnya lebih stabil,” ujar wanita berusia 42 tahun itu saat ditemui di Pasar Ikan di Pantai Depok. (Cr2).

Editor : Bahana.
#Nelayan Pantai Depok