Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Omzet Penjualan Bendera Merah Putih Menurun, Bendera One Piece Justru yang banyak dicari

Cintia Yuliani • Kamis, 7 Agustus 2025 | 23:22 WIB

SEPI: Dadang Sunandar pedagang bendera merah putih yang berjualan di depan Kompoeng Semarang di Jogja pada Kamis (7/8)
SEPI: Dadang Sunandar pedagang bendera merah putih yang berjualan di depan Kompoeng Semarang di Jogja pada Kamis (7/8)
BANTUL – Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80, momen ini dimanfaatkan oleh beberapa pedagang untuk menjual bendera merah putih.

Namun, bagi para pedagang bendera musiman, tahun ini justru terasa berbeda.

Salah satunya dirasakan Dadang Sunandar, warga Garut, Jawa Barat, yang sudah lebih dari 20 tahun rutin datang ke Jogjakarta setiap bulan Agustus untuk berjualan bendera merah putih.

Sejak 20 Juli, Dadang sudah mulai menggelar dagangannya di tepi jalan. Berbagai jenis bendera ia jajakan, mulai dari ukuran kecil, hingga ukuran besar.

Harga pun bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 250.000 tergantung ukuran dan jenis.

Ia membawa tiga karung besar bendera dengan total modal sekitar Rp 30 juta, namun hingga kini, omzetnya baru menyentuh angka kurang dari Rp 5 juta.

"Biasanya dulu tanggal-tanggal segini sudah balik modal. Sekarang, untuk pulang saja kurang, kayaknya harus pinjam saudara," ujarnya saat ditemui di jalan Parangtritis Kamis (7/8).

Penurunan omzet penjualan bendera tahun ini sangat drastis. Dadang bahkan menyebut tahun lalu pun sebenarnya sudah mengalami penurunan, dengan omzet hanya mencapai Rp 15 juta.

Namun, tahun ini lebih parah. Dalam sehari, kadang hanya ada satu hingga paling banyak empat pembeli. Bahkan pernah seharian hanya laku Rp 20 ribu.

Yang membuat Dadang terkejut, banyak calon pembeli justru menanyakan bendera One Piece bendera bajak laut hitam bergambar tengkorak yang tengah viral.

Sayangnya, ia tidak menjual jenis itu karena seluruh stok dagangannya berasal dari Garut.

“Mau jual bendera One Piece bagaimana, orang saya kulakannya di Garut. Harus balik ke sana kalau mau kulak lagi,” jelas pria umur 63 tahun itu.

Menurutnya, bendera One Piece sedang naik daun dan banyak diminati pembeli. Ia juga mendengar bahwa bendera tersebut kerap digunakan dalam aksi-aksi tertentu.

Namun karena kendala jarak, ongkos, dan stok, Dadang tetap berfokus menjual bendera merah putih seperti biasanya.

Selain faktor tren bendera One Piece, Dadang menduga penurunan penjualan juga disebabkan oleh persaingan harga dengan toko-toko online.

Menurutnya, banyak bendera murah beredar secara daring, meskipun kualitasnya jauh berbeda.

Ia menjelaskan bahwa banyak produk online menggunakan bahan tipis, kaku, dan tembus pandang, tidak sehalus bahan bendera miliknya.

“Orang beli kan nggak tahu bahan jelek. Tahunya cuma lihat gambar. Padahal beda banget kualitasnya,” keluhnya.

Terlepas dari hal tersebut, Dadang mengaku telah berdagang bendera sejak anaknya masih kecil. Ia pernah berjualan di Kaliurang, Boyolali, bahkan Ngawi, sebelum akhirnya menetap di Sewon, Bantul.

Ia memilih Sewon sebagai tempat berjualan, karena belum banyak orang yang berjualan bendera di pinggiran jalan, sedangkan di kampung kelahirannya sudah banyak, sehingga menurutnya tidak menguntungkan karena banyak saingan.

Selama satu bulan berjualan di Sewon, tepatnya di depan Kampoeng Semarang di Jogja, ia tinggal di kos dengan biaya Rp 700 ribu per bulan. Dahulu, ia bahkan sempat membawa motor sendiri dari Garut. Kini, karena faktor usia, ia naik bus dengan biaya angkut per karung Rp 50 ribu dan tiket penumpang Rp 165 ribu.

"Karena saya sudah biasa, saya lanjutkan jualan, walaupun tahun ini paling berat," keluhnya.

Namun, di tahun-tahun sebelumnya sekitar tahun 2023 ke bawah, pendapatan dari hasil berjualan bendera menurutnya sangat menguntungkan.

Meski begitu, Dadang tetap berharap ada perubahan. Ia berencana terus berjualan hingga 16 Agustus, dan berharap penjualannya membaik di hari-hari menjelang puncak peringatan Hari Kemerdekaan.

“Harapannya semoga ke depan bisa lebih lancar lagi. Jangan terlalu sepi seperti ini. Saya jauh-jauh dari Jawa Barat ke sini, masa pulangnya malah nombok,” pungkasnya. (Cr2)

Editor : Bahana.
#Penjual Bendera Merah Putih #Bendera One Piece #Bantul #omzet