BANTUL – Kreativitas anak muda Bantul dalam dunia sinematografi kini menjadi perhatian serius Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul.
Lewat program rutin tahunan bertajuk workshop film pemkab berupaya mengawal dan mengarahkan para remaja agar tidak salah arah dalam memanfaatkan kemampuan mereka dalam memproduksi konten digital.
Kegiatan yang sudah berjalan sejak 2020 ini kini memasuki tahun kelima, dan untuk 2025 melibatkan 11 sekolah tingkat SMA/SMK se-Bantul.
Pesertanya adalah para pelajar yang sudah terlibat dalam ekstrakurikuler film di sekolah masing-masing.
Mereka akan mendapat pelatihan intensif dalam produksi film pendek bertema budaya, sekaligus memaknai branding daerah Bantul Bumi Satriya
Kasi Lembaga Budaya Bantul Heri Maryanto melihat anak-anak muda sangat aktif dan kreatif di media sosial. Banyak yang sudah membuat film pendek dan ditayangkan di YouTube, tetapi tanpa pendampingan. Menurutnya kreativitas bisa melenceng.
"Bisa jadi mereka malah membuat film yang justru merusak nilai budaya,” ujarnya saat ditemui di acara Workshop Film Rabu (24/7).
Dalam program ini, setiap kelompok terdiri dari lima siswa yang akan menjalani workshop dan pendampingan selama satu bulan penuh.
Mereka akan menulis naskah, menyusun skenario, hingga menjalankan manajemen produksi secara langsung. Para siswa bebas mencari aktor dari luar kelompok.
Meski bertema budaya, peserta diberi ruang untuk mengeksplorasi gagasan secara kritis dan kontekstual.
Misalnya, film tentang sinden tidak hanya menampilkan pentas tradisional, melainkan juga mengangkat realita sosial yang dihadapi sinden di tengah masyarakat modern.
“Ini bukan hanya soal melestarikan budaya, tapi menghidupkan budaya lewat cara yang relevan dengan generasi muda,” lanjutnya.
Paguyuban Sineas Bantul turut menjadi mitra strategis dalam menyaring peserta. Komunitas ini telah memetakan sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler film.
Tahun ini, pelatihan difokuskan ke 11 sekolah, dengan sistem rotasi agar sekolah lain mendapat giliran di tahun-tahun mendatang.
Sejumlah alumni program ini diketahui telah menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Bahkan, sejumlah tim kreatif dari Bantul tercatat ikut terlibat dalam produksi film viral berjudul Tilik serial pendek yang awalnya merupakan produksi Dinas Kebudayaan DIY. (Cr2)
Editor : Bahana.