Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bikin Heran Warga! Cor Blok saat Pembongkaran Bangunan di Pantai Drini Ini Susah Dihancurkan, Baru Bisa Roboh Setelah Didatangkan 'Orang Pintar'

Yusuf Bastiar • Rabu, 23 Juli 2025 | 23:33 WIB

Pondasi cor blok sembilan bangunan yang berdiri tepat di atas badan sungai Ngleses Pantai Drini sudah rampung dibongkar.
Pondasi cor blok sembilan bangunan yang berdiri tepat di atas badan sungai Ngleses Pantai Drini sudah rampung dibongkar.
GUNUNGKIDUL - Sebanyak sembilan bangunan semi permanen yang berdiri di atas badan Sungai Ngleses, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, telah tuntas dibongkar.

Sungai yang bermuara langsung ke kawasan wisata Pantai Drini itu sebelumnya diketahui mengalami penyempitan aliran akibat keberadaan bangunan liar tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Widodaren Kalurahan Banjarejo, Suprihatin, menyampaikan bahwa pembongkaran telah memasuki tahap akhir.

Saat ini, sisa-sisa material bangunan seperti cor beton, krakal, dan besi tulangan tengah dibersihkan oleh para pemilik bangunan secara mandiri.

"Sudah roboh semua pondasi cor beton. Tinggal pembersihan. Hari ini memang sempat ada insiden, satu pondasi cor blok sangat sulit dirobohkan. Dihancurkan pakai palu godam malah mental," ujar Suprihatin saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7/2025).

Suprihatin menjelaskan, pondasi tersebut sempat mengundang keheranan warga karena tidak bisa diruntuhkan meski telah dicoba berulang kali.

Rabu (23/7/2025) pagi tadi, sebanyak 31 warga dan pedagang Pantai Drini turun langsung membantu proses pembongkaran secara gotong royong. Namun pondasi tidak juga bergeming.

Situasi ini akhirnya mendorong warga untuk mengundang seorang kasepuhan, tokoh tradisional Jawa yang dianggap memiliki kemampuan spiritual.

Setelah dilakukan doa dan prosesi adat, pondasi tersebut berhasil dirobohkan oleh warga secara bersamaan.

"Ya ini salah satu cara kami, mungkin ada penunggu di situ. Setelah didoakan, akhirnya roboh juga pondasinya. Warga langsung tarik bareng-bareng sampai ambruk," tambah Suprihatin.

Ketua Paguyuban Pedagang Pantai Drini, Markiem, juga membenarkan peristiwa tersebut.

"Tadi memang mencari kasepuhan. Pondasi itu seperti masih berdiri walau secara fisik sudah roboh. Tiangnya besar, besi cornya juga besar-besar," ujarnya.

Setelah proses pembongkaran rampung, kini lokasi masih dipenuhi puing-puing bangunan.

Sesuai rencana, proses pembersihan akan dilakukan secara bertahap oleh masing-masing pemilik warung.

Namun jika dalam pekan ini belum selesai, akan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama anggota Pokdarwis Pantai Drini pada pekan depan.

Pembongkaran ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan aliran Sungai Ngleses tetap lancar menuju Pantai Drini yang menjadi salah satu destinasi unggulan wisata Gunungkidul. (cr1)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Gunungkidul #bangunan liar #pantai drini