Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BNN Bantul Temukan Kasus Penyalahgunaan Alkohol dan Pil Sapi di Kalangan Pelajar dan Pekerja

Cintia Yuliani • Minggu, 20 Juli 2025 | 22:11 WIB
EDAR: Jajaran Satresnarkoba Polresta Jogja menunjukkan barang bukti sindikat penjual pil trihexyphenidyl ilegal merk Yarindo. Jaringan ini mengederkan obat penenang ini di kawasan Jawa Tengah dan DIJ. Total barang bukti yang disita sebanyak 33 ribu butir
EDAR: Jajaran Satresnarkoba Polresta Jogja menunjukkan barang bukti sindikat penjual pil trihexyphenidyl ilegal merk Yarindo. Jaringan ini mengederkan obat penenang ini di kawasan Jawa Tengah dan DIJ. Total barang bukti yang disita sebanyak 33 ribu butir

BANTUL - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan zat adiktif di kalangan pelajar dan masyarakat umum selama tahun 2024 hingga pertengahan 2025.

Berdasarkan hasil screening di beberapa sekolah tingkat SMP di tahun 2024, ditemukan sekitar 90 persen dari 17 siswa yang diperiksa terindikasi pernah mengonsumsi alkohol, baik secara aktif, coba-coba, maupun pasif.

“Kita lakukan pembinaan dan edukasi tentang bahaya alkohol, karena dari alkohol bisa berkembang ke penyalahgunaan narkoba,” ungkap Penanggung Jawab Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Bantul Subagio Minggu (20/7).

Screening dilakukan di sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta. Meski jumlah siswa yang diperiksa masih terbatas, hasil temuan cukup mengkhawatirkan.

Di semester pertama 2025, BNN Bantul kembali melakukan pemetaan di empat sekolah. Dari hasil tersebut, satu sekolah ditemukan terindikasi penyalahgunaan pil sapi. Dua siswa telah menjalani rehabilitasi dan kini sudah kembali ke sekolah setelah dinyatakan pulih.

“Mereka ini anak-anak baru, kadang penasaran dan kurang pengetahuan, jadi coba-coba,” ujar Subagio.

Untuk tahun 2025, BNN menargetkan 80 orang menjalani program rehabilitasi. Hingga pertengahan tahun ini, tercatat sudah 49 orang yang direhabilitasi di klinik Pratama Abhipraya. Kasus tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga dari masyarakat umum.

“Kalau pil sapi, rata-rata pelakunya adalah pekerja," ujarnya.

Mereka yang mengonsumsi percaya mitos pil saling bisa menambah stamina atau membuat tubuh lebih fit. Namun, ia menegaskan hal tersebut salah. Pola hidup sehat adalah kunci kebugaran.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada klaim palsu terkait zat adiktif yang disebut bisa meningkatkan kekuatan fisik. "Jangan mudah percaya tentang alibi-alibi tentang kekuatan fisik," pesannya (Cr2)

Editor : Bahana.
#BNN Kabupaten Bantul #alkohol #Pil Sapi