Dampak Penutupan TPST Piyungan, Pemulung Kehilangan Lapangan Kerja dan Bantuan Sembako
Cintia Yuliani• Jumat, 18 Juli 2025 | 16:10 WIB
TPST Piyungan
BANTUL - Penutupan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPSt) Piyungan sejak Mei 2024 memukul keras kehidupan para pemulung yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari tumpukan sampah.
Tak hanya kehilangan sumber penghasilan utama, para pemulung juga mengaku tidak lagi menerima bantuan apapun dari pemerintah sejak TPA berhenti beroperasi.
"Biasanya kami dapat bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan, kadang juga dibantu alat-alat kerja. Tapi sejak TPST ditutup, semua itu hilang," kata Martini seorang pemulung yang masih bertahan di sekitar area TPA Piyungan saat ditemui di rumahnya Kamis (17/7).
Warga yang sebelumnya tergabung dalam paguyuban pemulung di Kalurahan Bawuran menyebutkan, bantuan dari pemerintah seperti dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul maupun program sosial sudah tak lagi mereka rasakan.
"Kalau dulu waktu pas lebaran saja kami masih dapat bantuan. Sekarang tidak sama sekali," tutur ibu umur 47 tahun ini.
Ia menyayangkan sekali mengenai kebijakan penutupan TPA Piyungan, karena sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan berbagai bantuan yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah.