Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Sampah TPSS Pandansari Bantul Mengkhawatirkan! TPA Piyungan Dibuka Kembali dalam Keadaan Darurat

Cintia Yuliani • Selasa, 8 Juli 2025 | 18:45 WIB

Sampah yang sedang dikelola di ITF Bawuran
Sampah yang sedang dikelola di ITF Bawuran
BANTUL – Kurang lebih satu tahun lalu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan telah ditutup permanen.

Penutupan dikarenakan TPA Piyungan dinilai sudah overload atau melebihi kapasitas tampung.

Namun, kini rencananya akan dibuka kembali untuk memindahkan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Pandansari ke TPA Piyungan.

Ketua Forum Peduli Gading Sari (FPG) Haryanto mengatakan TPA Piyungan akan dibuka jika dalam keadaan darurat.

Ia mengaku Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih sudah meminta kuota penambahan pembuangan sampah ke TPA Piyungan.

“TPA Piyungan sudah ditutup, tapi masih ada kuota kalau keadaan darurat,” jelas haryanto, Selasa (8/7).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, membenarkan hal tersebut, bahwa evakuasi sampah yang ada di TPSS Pandansari sudah diusulkan ke DLH Bantul.

Rencananya sampah tersebut akan dipindahkan ke TPA Piyungan.

“Untuk jadwal masih menunggu, karena yang menetapkan dari UPT sampah TPA Piyungan, semoga tidak ada perubahan,” ujarnya

Rencananya kata dia, pemindahan sampah yang diperkirakan 200 truk dan kemungkinan bisa lebih ini, terjadwal pada minggu ini.

Namun, Haryanto meminta pemindahan sampah TPSS Pandansari sudah selesai pada tanggal 12 Juli dan diselesaikan dalam jangka waktu lima hari, mengingat lokasi tersebut akan digunakan untuk Festival layang-layang Internasional yang diselenggarakan tanggal 24 Juli mendatang.

Memang sebelumnya pemindahan sampah TPSS Pandansari sempat tertunda dua kali yang seharusnya dipindahkan pada tanggal 21 Juni diundur menjadi tanggal 1 Juli.

Namun, karena kendala armada tanki kedap bocor untuk mengangkut air lindi belum memadai, maka rencana pemindahan ditunda.

“Jadwal evakuasi sampah itu ketat ditetapkan oleh UPT Sampah TPA Piyungan, juga melibatkan unsur wilayah Piyungan dan juga polsek,” jelas Bambang.

Namun, sebelumnya Haryanto mengatakan sampah tersebut akan dipindahkan ke (Intermediate Treatment Facility) ITF Bawuran.

Saat dikonfirmasi kembali, ia mengatakan memang DLH Bantul menyatakan terdapat dua titik pembuangan sampah yakni ITF Bawuran dan TPA Piyungan.

“Yang disampaikan hanya dibuang kedua titik TPA Piyungan dan ITF Bawuran,” ujar Haryanto.

Saat Radar Jogja mengunjungi ITF Bawuran untuk mengkonfirmasi hal ini, Wakil General Manager, Mohammad Imam Santoso, 49, mengatakan sampai saat ini DLH Bantul belum mengajukan MoU kepada ITF Bawuran dan belum membicarakan mengenai pemindahan sampah dari TPSS Pandansari ke ITF Bawuran.

Jika memang DLH Bantul akan memindahkan sampah ke ITF Bawuran dengan kapasitas 200 truk, maka diperlukan 80 hari untuk memindahkan sampah tersebut.

“DI ITF Bawuran sementara dalam satu hari menampung kurang lebih 10 ton sampah setara dengan dua truk,” ujarnya saat ditemui di ITF Bawuran.

Saat ini ITF Bawuran masih berjalan 1 shift dengan proses insenerator 10 sampai dengan 12 ton dan kedepannya kemampuan ITF Bawuran dapat beroperasi sampai 3 shift.

Maka dari itu, tidak mungkin dalam lima hari semua sampah yang ada di TPSS Pandansari bisa langsung dipindahkan ke ITF Bawuran.

Karena di ITF Bawuran bukan tempat untuk evakuasi sampah, tetapi tempat edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah. (cr2)

Editor : Bahana.
#TPSS Pandansari Bantul #TPSS Pandansari #TPA Piyungan #DLH Bantul #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih