Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispar Bantul Dorong Perekonomian Masyarakat lewat Pengembangan Desa Wisata

Cintia Yuliani • Selasa, 8 Juli 2025 | 15:05 WIB

 

Kegiatan membatik di Desa Wisata Wukirsari yang terkenal dengan batik Giriloyo
Kegiatan membatik di Desa Wisata Wukirsari yang terkenal dengan batik Giriloyo

BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian dari strategi promosi destinasi wisata dan penguatan ekonomi lokal. Promosi destinasi ini dilakukan secara aktif melalui berbagai kanal, terutama media sosial. Selain itu, momen tahunan seperti Jelajah Bantul Milangkori dimanfaatkan untuk memperkenalkan desa-desa wisata baru.

Pihaknya juga aktif mendorong desa rintisan budaya untuk membentuk desa wisata, atau bagi yang sudah memiliki, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaannya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melibatkan para pelaku biro perjalanan wisata.

"Dengan melibatkan mereka, desa wisata bisa membuat paket-paket wisata," ujar Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dispar Bantul Markus Purnomo Adi Senin (7/7). 

Saat ini, jumlah desa wisata di Bantul mencapai 54. Namun, konsep desa wisata tidak sepenuhnya mengikuti batas administratif kalurahan. Ada kalurahan yang memiliki lebih dari satu desa wisata.

Meski demikian, setiap kalurahan hanya memiliki satu pokdarwis (kelompok sadar wisata), karena ranahnya berada pada tataran administratif. Namun untuk desa wisata, jumlahnya bisa lebih dari satu dalam satu kalurahan. Misalnya Wirokerten. Sekarang sudah membentuk desa wisata dengan nama yang sama. Di beberapa tempat lain, juga ada dua desa wisata dalam satu kalurahan.

“Walaupun dalam praktik pemasaran, mereka terkadang bergabung dalam satu paket," tambahnya.

Soal sejarah, desa wisata di Bantul mulai berkembang sejak sekitar 2007. Untuk tahun ini, telah ada beberapa penambahan dan rencana pembentukan desa wisata baru.

"Setidaknya ada tiga kalurahan yang sedang proses membentuk desa wisata tahun ini, yaitu Trirenggo, Patalan, dan Temuwuh," katanya.

Meski tidak menetapkan target jumlah, pengembangan desa wisata tetap menjadi perhatian. Pemerintah lebih mengutamakan inisiatif dari masyarakat.

"Jika sudah ada niat dari bawah, kami akan lebih mudah mendampingi, terutama dalam pelatihan SDM," tambahnya.

Tujuan utama pengembangan desa wisata adalah untuk menggerakkan perekonomian desa secara menyeluruh. Tidak hanya satu sektor seperti kerajinan, tetapi juga kuliner, edukasi, hingga paket wisata yang mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama. (cr2)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#perjalanan wisata #pengembangan #Jelajah Bantul Milangkori #kalurahan #pokdarwis #strategi #Bantul #destinasi wisata #Dinas Pariwisata (Dispar) #promosi #desa wisata #dispar bantul