Hal tersebut dikarenakan status tanahnya yang berada di wilayah Sultanat Ground (SG).
Untuk itu, segala bentuk pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut membutuhkan izin resmi atau kekancingan dari pihak Keraton Yogyakarta.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi menjelaskan, regulasi terkait pemberian bantuan fisik di destinasi wisata saat ini lebih ketat dibanding sebelumnya.
Status kepemilikan lahan menjadi syarat utama yang harus dipenuhi agar bantuan dari pemerintah dapat disalurkan.
Salah satu penyebabnya adalah keharusan status tanah yang digunakan untuk destinasi tersebut harus “clear and clean”, yaitu memiliki kejelasan hukum, bebas dari sengketa, serta sah secara administrasi.
Markus menambahkan, bantuan dari Dispar Bantul tetap dimungkinkan dalam bentuk non-fisik, seperti pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi para pengelola atau masyarakat sekitar destinasi.
Namun, bantuan sarana dan prasarana fisik seperti pembangunan jalan atau fasilitas wisata lainnya saat ini sangat terbatas karena regulasi serta efisiensi anggaran.
“Kalau dari sisi sarpras (sarana dan prasarana, Red), memang termasuk yang terkena efisiensi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (6/7).
Saat ini, pengelolaan Pantai Tanggul Tirto dilakukan secara mandiri oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padukuhan Kawaru, Kalurahan Poncosari, tanpa keterlibatan langsung dari Dispar Bantul.
Ketua Pokdarwis Kawaru, Widiyanto, 43, menyampaikan pihaknya memang belum mengajukan bantuan ke dinas karena keterbatasan jumlah personel yang aktif dalam pengelolaan.
Meski begitu, semangat untuk mengembangkan destinasi tetap ada. Salah satunya dengan mengajukan bantuan perbaikan akses jalan ke pantai melalui padukuhan.
"Rencananya akan direalisasikan pada akhir tahun ini," ujarnya.
Ia menyebut, akses jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut direncanakan akan diperbaiki menggunakan dana keistimewaan DIY.
Sementara itu, untuk pengembangan lanjutan, pihaknya masih mengandalkan dana swadaya dan berencana membuka destinasi wisata baru di dekat kawasan pantai tersebut. (cr2)
Editor : Bahana.