Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, tingkat keterisian (Okupansi) kamar hotel selama libur 1 Muharram serta bebarengan dengan libur sekolah mencapai sekitar 85 persen.
Lonjakan ini tak lepas dari waktu libur 1 Muharram yang strategis, yakni jatuh pada akhir pekan dan bertepatan dengan masa libur sekolah.
Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk melakukan perjalanan wisata bersama anak-anak.
“Fenomena ini cukup wajar, ketika libur panjang bertepatan dengan akhir pekan dan masa liburan sekolah, jadi banyak keluarga yang mengajak anaknya untuk liburan,” jelas ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra, Minggu (29/6).
Dibandingkan dengan libur panjang sebelumnya, seperti saat Iduladha, okupansi hotel kali ini lebih tinggi.
Hal ini dikarenakan pada Iduladha, pengeluaran masyarakat lebih banyak difokuskan untuk keperluan kurban, bukan perjalanan wisata.
Kenaikan tingkat hunian ini juga dipengaruhi oleh wisatawan yang telah memesan kamar jauh hari sebelumnya.
Meski tingkat permintaan meningkat, pelaku usaha hotel di Bantul tidak serta-merta menaikkan harga kamar.
Fokus mereka justru diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, seperti penyediaan welcome drink, minuman penyegar, hingga fasilitas tambahan lainnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai strategi yang tepat, untuk tetap menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong citra positif pariwisata Bantul.
Diharapkan, dengan adanya libur sekolah bisa mendongkrak tempat wisata yang ada di Bantul. (cr2)
Editor : Bahana.