Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah di Depo Pasar Bantul Membludak, Pedagang Pilih Pindah Tempat Jualan

Cintia Yuliani • Senin, 23 Juni 2025 | 03:13 WIB

 

MENUMPUK: Depo sampah di Pasar Bantul sudah tidak bisa menampung sampah pada Minggu (22/6)
MENUMPUK: Depo sampah di Pasar Bantul sudah tidak bisa menampung sampah pada Minggu (22/6)

BANTUL - Persoalan sampah di Kabupaten Bantul tak kunjung usai. Tidak adanya tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang maksimal, hanya membuat sampah menumpuk. Seperti yang terjadi di depo sampah Pasar Bantul.  

Tumpukan sampah makin tak terkendali sejak tidak lagi bisa dibuang ke TPA Piyungan.“Dulu, waktu masih boleh buang ke TPA Piyungan, sampah tidak sebanyak sekarang,” ungkap Eko, 37, petugas kebersihan Pasar Bantul saat ditemui di Pasar Bantul. 

Dia menyebut, tumpukan sampah di depo Pasar Bantul bahkan sampai meluber ke luar area pasar. Akibatnya, sejumlah pedagang memilih pindah.

 Baca Juga: Jogja Butuh Transportasi Massal Berbasis Rel, Stevanus Sebut  Masuk Rencana Induk Transportasi 2025-2045

“Ada empat pedagang yang pindah. Selain bau menyengat, kalau musim hujan biasanya keluar belatung yang merambat ke kaki pedagang,” tuturnya.

DLH sebenarnya masih melakukan pengangkutan rutin dua kali dalam sepekan. Namun, menurut Eko, itu belum cukup. Ia berharap pengangkutan bisa dilakukan minimal tiga kali seminggu.

Selain itu, jika terjadi kerusakan mesin dari DLH, pengangkutan bisa lebih terhambat. “Pernah seminggu hanya sekali diangkut, karena ada kerusakan mesin,” ujarnya.

 Baca Juga: Gaya Hidup Masyarakat Berakibat Pada Kerusakan Iklim, Ekonomi Hijau Salah Satu Solusi

Tumpukan sampah di Pasar Bantul juga bukan hanya berasal dari aktivitas pasar. Eko mengatakan, banyak warga luar yang membuang sampah rumah tangga ke sana.

“Masa ada popok dan pakaian bekas di sini. Itu jelas bukan dari pedagang,” lontarnya.

 Baca Juga: Terkena Bakteri Hewan yang Terinfeksi, Leptospirosis di Sleman Sebabkan Delapan Kasus Kematian

 

Sementara itu, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengaku, saat ini pihaknya masih kesulitan mencari lahan untuk TPA. Sedangkan keberadaan TPST maupun TPS3R masih belum optimal. "Bertambahnya jumlah penduduk juga turut memicu peningkatan volume sampah di Bantul," sebutnya. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#depo sampah #kabupaten bantul #pasar bantul #TPA Piyungan #Sampah #DLH Bantul #pedagang #pengelolaan sampah