Peristiwa terjadi di Dusun Kemloko RT 01, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Kamis (19/6) sekitar pukul 09.00.
Korban diketahui bernama Dwi Purwanti, 45. Ia mengalami luka bakar hingga 40 persen saat hendak mengganti tabung gas untuk memasak pesanan kue di dapurnya. Tangan, kaki, hingga seluruh wajah mengalami luka bakar.
Kejadian tersebut terjadi karena api tiba-tiba menyambar tabung gas saat proses penggantian berlangsung. Diduga, insiden terjadi karena disaat bersamaan masih ada kompor yang menyala di dapur yang minim ventilasi.
“Dwi sedang memasak kue. Saat mengganti tabung gas, api tiba-tiba langsung menyambar karena ada kompor yang belum dimatikan,” jelas Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana Kamis (19/6).
Kemudian korban di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas dari Bhabinkamtibmas Aiptu Anwar Yasin, Babinsa, dan relawan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan memastikan kondisi sekitar aman. (cr2)
Agar tidak terjadi kebocoran gas seperti yang dialami oleh salah-satu warga Piyungan ini, Jeffry mengimbau masyarakat selalu melakukan pemeriksaan rutin dengan periksa tabung gas, selang, dan regulator secara berkala untuk memastikan tidak ada kerusakan. Pastikan juga instalasi sesuai standar dari pemasangan kompor, regulator, dan selang gas mengikuti standar SNI.
"Jaga Ventilasi yang baik dan jangan lupa buka jendela dan pintu saat menggunakan kompor gas," jelasnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan rutin menggati selang sas Secara berkala. Karena menurutnya selang gas memiliki masa pakai.
"Ganti selang gas minimal setiap 5 tahun sekali untuk mencegah kebocoran," tegasnya.
Ia juga menegaskan agar menggunakan peralatan gas yang ber-SNI. Dari kompor, regulator, dan selang gas yang memiliki label SNI. Menunutnya peralatan yang telah ber-SNI teruji kualitas dan keamanannya. (cr2)
Editor : Bahana.