BANTUL – Pantai Depok masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bantul. Namun, jumlah pengunjungnya mulai turun sejak awal tahun ini.
“Mulai 1 Januari 2025, pengunjung turun 40 persen," ujar Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari Sutarlan yang juga pengelola rumah makan di kawasan tersebut Senin (16/6).
Ia menyebut semua destinasi wisata di wilayah Bantul mengalami keluhan serupa. “Mungkin ada pengaruh dari Jawa Barat yang melarang anak sekolah rekreasi. Tapi ini juga bisa disebabkan beberapa faktor lain.” jelasnya.
Salah-satu faktor yang mempengaruhi adalah kenaikan tarif masuk. Tahun 2024, harga tiket masuk Pantai Depok masih Rp 10 ribu, kini naik menjadi Rp 15 ribu. Selain itu, sistem penjagaan tempat pemungutan retribusi (TPR) juga berubah. “Kalau dulu TPR buka jam 7 pagi, sekarang dari jam 4 subuh sudah dijaga. Itu pengaruh besar,” katanya.
Sutarlan sendiri mengaku tidak tahu-menahu soal penetapan kenaikan tarif. Ia menyebut keputusan tersebut diambil pemerintah dan disetujui DPRD Bantul.
Baca Juga: Melangkah Pasti, Meraih Masa Depan Astra Motor Rayakan 55 Tahun
Meski jumlah pengunjung menurun, jumlah pedagang di kawasan pantai justru tidak berkurang. Karena mereka masih banyak yang mengandalkan mata pencaharian sebagai pedagang di Pantai Depok.
Namun memang, penurunan pengunjung turut berdampak pada pendapatan pedagang. “Ya pasti berpengaruh. Kalau pengunjung berkurang, ya pendapatan juga ikut turun," ujar Iswanti, 47, salah satu penjual makanan di kawasan Pantai Depok.
Menurutnya sekarang banyak tempat wisata baru. Hal tersebutlah yang menjadi salah-satu faktor menurunnya pengunjung di Pantai Depok.
Baca Juga: 11 Tanaman Pengusir Lalat: Alternatif Alami yang Efektif dan Estetis
"Jadi orang tersebar ke mana-mana,” keluhnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan baru para pengunjung, terutama anak-anak sekolah yang kini cenderung membawa bekal sendiri. “Dulu kalau liburan sekolah, Pop Mie cepat habis. Sekarang anak-anak udah bawa bekel, jadi jarang beli,” tambahnya.
Meski begitu, Iswanti berharap pemerintah turun tangan untuk memulihkan keramaian Pantai Depok. “Kalau pemerintah pasti punya ide, misal dibikin wahana baru atau ditingkatkan fasilitasnya," sebutnya.
Iswanti mengaku di Pantai Depok hanya terdapat kolam renang. Itu pun tidak terlalu ramai. Karena menurutnya wisatawan lebih senang bermain di pantai langsung.
Para pedagang berharap adanya solusi konkret agar Pantai Depok kembali ramai seperti sebelumnya. Mereka menanti langkah nyata dari pemerintah untuk kembali menghidupkan ekonomi di kawasan pantai yang dulunya menjadi favorit wisatawan tersebut. (cr2)
Editor : Sevtia Eka Novarita