Kalurahan Srimulyo Jadi Pelopor Koperasi Desa Merah Putih, Langsung Diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi
Cintia Yuliani• Senin, 16 Juni 2025 | 04:09 WIB
LAUNCHING: Suasana Kalurahan Srimulyo tempat peresmian mock-up Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Srimulyo, Piyungan Minggu (15/6).
BANTUL - Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul resmi menjadi lokasi percontohan awal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara nasional. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi Minggu (15/6) ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Acara diawali dengan penyambutan Menteri oleh tarian klasik Sekar Puyastuti, pemotongan buntal launching, serta peninjauan ke gerai usaha KDMP Srimulyo.
Lurah Kalurahan Srimulyo Wajiran menjelaskan, koperasi di kalurahannya telah dibentuk lebih awal sebelum instruksi resmi presiden keluar. "Desa ini sudah menggelar musyawarah pembentukan koperasi sejak 17 Maret 2025,” jelasnya.
Sepuluh hari kemudian baru keluar instruksi dari Presiden. Hal ini menurutnya menandakan koperasi memang lahir dari kebutuhan rakyat, bukan sekadar instruksi dari pemerintah.
Menurutnya Kalurahan Srimulyo telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak 2013, bertransformasi dari kalurahan tertinggal menjadi desa berprestasi tingkat nasional dengan 57 penghargaan.
Salah satu kunci kesuksesan tersebut adalah penerapan reformasi birokrasi desa, pengelolaan anggaran transparan sebesar Rp 8,5 miliar. Sebanyak 50 persen di antaranya merupakan pendapatan asli kalurahan, dan pelibatan generasi muda dalam pembangunan desa.
Dalam pengembangan KDMP, Srimulyo telah membangun 9 gerai usaha yang mencakup sembako, oleh-oleh, sarana pertanian, peternakan, serta satu kantor koperasi. Hal ini disesuaikan dengan kondisi geografis strategis desa yang menjadi titik temu tiga kabupaten sekaligus jalur pariwisata.
KDMP Srimulyo sendiri menargetkan 1.000 anggota koperasi dan proyeksi laba sebesar Rp 100 juta dalam tahun pertama operasional. Melalui pengelolaan gerai-gerai strategis dan sektor usaha unggulan Kalurahan.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, Kalurahan Srimulyo diharapkan menjadi model inspiratif pembangunan ekonomi desa berbasis koperasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menyebut, Kalurahan Srimulyo sebagai desa yang visioner dan progresif. Ia menegaskan KDMP adalah wujud nyata ekonomi berkeadilan yang bertujuan menghilangkan ketimpangan sosial dan ketergantungan rakyat kepada rentenir, pinjaman online ilegal, maupun tengkulak.
“Ini bukan program sederhana. Tapi saya yakin, dengan semangat gotong royong, kita bisa wujudkan bersama,” ujar Budi Arie.
Ia menambahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, koperasi desa mendapat dukungan penuh dari 18 kementerian dan lembaga, sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Targetnya, sebanyak 80 ribu koperasi desa akan terbentuk di seluruh Indonesia.
“Koperasi merah putih tidak akan gagal, kita optimis karena ekonomi rakyat yang bergerak,” ujarnya.
Menurutnya dengan adanya lurah dan bupati bupati yang progresif dan refisioner akan dapat mewujudkan target tersebut.
Ia menegaskan dengan adanya KDMP dapat menghilangkan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, renternir, tengkulak dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia berharap dengan adanya KDMP rakyat menjadi mandiri dan menjadi tulang punggung negara. (cr2)