BANTUL - Soft plastic seperti kantong kresek dan plastik lunak lainnya nyaris tak bernilai ekonomis. Harga jualnya sangat rendah, berkisar Rp 100 hingga Rp 200 per kilogram.
Namun hal itu tak lagi berlaku bagi Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Panggung Lestari, Panggungharjo, Sewon. Sebab soft plastic sudah bisa diolah menjadi produk bernilai.
Direktur Kelompok Usaha Pengelola Sampah BUMKal Panggung Lestari Harip menjelaskan, sampah tersebut kini bisa diolah menjadi minyak. Melalui alat pirolisis yang diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sampah plastik akan dipanaskan dan menghasilkan uap.
Uap inilah yang kemudian dikondensasi dan menjadi minyak mentah. Dari 50 kilogram plastik, bisa menghasilkan sekitar 40 liter minyak.
Minyak hasil pirolisis terdiri dari bensin, minyak tanah, dan solar. “Paling banyak yang dihasilkan itu solar,” jelas Harip saat ditemui Selasa (10/6).
Saat ini, hasil minyak tersebut digunakan secara internal untuk keperluan operasional. Seperti bahan bakar kendaraan pengangkut dan mesin pres sampah.
Produk minyak ini, lanjutnya, belum dijual ke pasar. Karena terkendala perizinan dan standar kualitas bahan bakar (RON). Hanya saja, inovasi ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah plastik di tingkat kalurahan.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pirolisis juga menyerap jenis sampah plastik yang selama ini tidak memiliki pasar. “Limbah plastik yang tak laku, bisa jadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Harip. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita