Pelaku adalah Oki Irawan Baskoro warga asal Depok, Sleman diduga meninggalkan sepeda motor Shogun berwarna biru dengan nomor polisi AB 3347 TT dan selembar kertas.
Kertas tersebut berisi pesan permintaan tolong kepada warga yang menemukan motornya agar memberitahu keluarga korban, jika ia sudah melakukan tindakan bunuh diri.
Korban telah menulis empat nomor HP, agar warga yang menemukan bisa langsung menghubungi keluarganya.
Selain itu, isi suratnya bertuliskan pelaku telah lompat dari jembatan dan menuliskan dirinya sudah tidak layak hidup lagi.
Ia juga meminta agar segera menghubungi tim SAR untuk menemukan jasadnya.
"Pihak keluarga sudah dihubungi dan telah dilakukan olah TKP," jelas Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Senin (9/6).
Namun, terlihat adanya kejanggalan dalam kasus ini.
Dari keterangan para pemancing di lokasi kejadian, tidak ada yang mendengar suara percikan yang menandakan orang terjun ke dalam air.
Selain itu, ada yang melihat korban berjalan di atas jembatan ke arah selatan.
Dengan adanya keterangan dari warga dan dilakukannya olah TKP, akhirnya Senin (9/6) pukul 10.00 korban ditemukan dalam keadaan sehat.
"Korban ditemukan sedang makan di warung soto di bawah Jembatan Kretek 1," ujarnya.
Menurut keterangannya, korban merupakan pasien rutin poli kejiwaan.
Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Gunawan Budi Santoso menanggapi kasus ini.
"Kalau masalah seperti ini kasian psikis keluarga, jadi sebenarnya ada yang lapor masalah seperti ini ke dinsos, tapi ngga mau saya ekspos," tegasnya.
Sementara itu, Dinsos memberikan bantuan ekonomi untuk warga yang kekurangan. Jika permasalahan kebutuhan dasar tercukupi, permasalahan seperti perekonomian yang mengakibatkan kasus bunuh diri meningkat dapat diminimalisir. (cr2)
Editor : Bahana.