Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Rohmat Ridwanto, menyebutkan terjadi lonjakan pengunjung sejak Jumat (6/6) dengan puncaknya terjadi pada hari Sabtu.
“Paling banyak pengunjung di hari Sabtu, ada 7.174 orang,” ujar Rohmat saat ditemui di TPR Pantai Parangtritis Minggu (8/6).
Pada Jumat tercatat 4.035 pengunjung, Hingga pukul 11.00 WIB hari Minggu ini, jumlah pengunjung sudah menyentuh angka sekitar 1.700 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga sore.
Terhitung jumlah wisatawan di Pantai Parangtritis dari Jumat hingga Minggu siang sekitar.
Suasana di kawasan Pantai Parangtritis tampak ramai namun tertib.
Sepanjang area pantai, para wisatawan menikmati panorama laut selatan dengan angin sejuk yang khas.
Anak-anak terlihat bermain pasir, sementara rombongan keluarga menikmati suasana dari pinggir pantai.
Debur ombak yang kuat menjadi latar suara alami yang menenangkan, meski tetap menjadi perhatian bagi para orang tua yang mengawasi anak-anak mereka bermain air.
Menurut Rohmat, pengunjung yang datang kebanyakan berasal dari luar Yogyakarta, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jabodetabek.
“Hampir semua plat kendaraan ada, meskipun tidak terlalu banyak dari masing-masing daerah,” tuturnya.
Meski dominan didatangi oleh kendaraan pribadi, jumlah bus pariwisata justru tidak begitu banyak. “Kalau kemarin hampir tidak ada bus. Mayoritas mobil pribadi. Baru ada rombongan bus yang mulai masuk hari Minggu,” jelasnya.
Pengunjung dengan sepeda motor umumnya datang pada sore hari, sekitar pukul 15.00 hingga menjelang matahari terbenam.
“Itu biasanya anak-anak muda lokal, anak kos, mereka lebih banyak naik motor,” tambah Rohmat.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak pengelola menambah jumlah petugas retribusi dari biasanya 10 orang menjadi 14 orang selama libur panjang ini.
Sementara wisatawan asal Madura Maimunah, 51, yang berwisata bersama enam keluarga besarnya lebih memilih Pantai Parangtritis daripada destinasi wisata lainnya.
“Kelihatannya enak di sini, adem, beda dengan tempat lain yang panas," tuturnya.
Walaupun demikian, ia tetap memberikan imbauan kepada anak-anaknya agar tidak berenang ke tengah laut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Saya sebenarnya khawatir, jadi saya tetap memberikan imbauan walaupun anak-anak saya sudah besar,” kata Maimunah, 50. (cr2)
Editor : Bahana.