Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peminat Becak Tradisional Turun Drastis, Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi Sarankan Pembecak Ganti Profesi Lain

Cintia Yuliani • Selasa, 3 Juni 2025 | 05:15 WIB

 

TAK LAGI POPULER: Pengemudi becak sedang menunggu penumpang di simpang empat Jalan Bantul Senin (2/6).
TAK LAGI POPULER: Pengemudi becak sedang menunggu penumpang di simpang empat Jalan Bantul Senin (2/6).

BANTUL - Popularitas becak tradisional di Kabupaten Bantul kian menurun. Perkembangan teknologi dan kehadiran transportasi modern seperti Trans Jogja dan ojek online dinilai menjadi penyebab utama merosotnya minat masyarakat terhadap becak sebagai moda transportasi.

Fenomena ini turut direspons oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Singgih Riyadi. Bahkan, dia menyarankan agar pembecak berganti profesi lain. "Kalau usia dan kondisi fisik memungkinkan, bisa ikut ojek online." Tuturnya Senin (2/6).

Keberadaan transportasi online, lanjutnya, membuat angkutan tradisional sulit bersaing. Tidak hanya becak, namun juga andong.

Oleh karena itu, dishub pun menyarankan solusi untuk masalah ini bisa diatasi lintas sektor. "Mungkin bisa diarahkan ke usaha kecil, lewat dinas koperasi. Kalau terus menarik becak di usia lanjut, risikonya terlalu tinggi," pesannya.

Terpisah, pembecak Pairan, 60, mengaku, kesulitan untuk mendapatkan penumpang setiap hari. Terlebih dengan keberadaan Trans Jogja. “Sehari paling cuma dapat satu sampai tiga penumpang,” ujarnya saat ditemui di simpang empat Jalan Bantul.

Penghasilan yang diperoleh pun tidak menentu. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. “Paling banyak Rp 50 ribu,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pembecak lain, Wagimin, 73. Meskipun tahu sepi penumpang, dia bekerja hanya untuk beraktivitas. “Saya narik cuma buat gerak, penghasilannya sudah tidak bisa untuk menghidupi,” keluhnya.

Dia lebih sering pulang pada siang hari, karena keterbatasan fisik dan sepinya penumpang. Kondisi ini pun berimbas pada turunnya jumlah pembecak di Bumi Projotamansari. Jika dulu berjumlah hingga 100 orang, kini hanya tersisa 22 pembecak. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dishub Bantul #kabupaten bantul #Profesi #Dinas Perhubungan (Dishub) #trans jogja #Singgih Riyadi #Pembecak #Bantul #becak tradisional #popularitas #Ojek Online #transportasi modern #becak