Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak PHK Massal di Bantul, Ini Program Yang Disiapkan Pemkab Bantul untuk Mengatasi Pengangguran

Cintia Yuliani • Jumat, 23 Mei 2025 | 21:40 WIB

 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan solusi cepat untuk mengantisipasi lonjakan angka pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah industri.

Salah satunya dengan memperluas cakupan program padat karya sebagai bentuk penyerapan tenaga kerja secara langsung.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa sektor industri yang selama ini menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Bantul tengah mengalami tekanan berat akibat dinamika geopolitik global.

Akibatnya, ekspor menurun tajam dan berimbas pada gelombang PHK di berbagai perusahaan.

“Sektor industri kita mengalami penurunan. Salah satu contohnya PT Ide Studio Indonesia yang sudah melakukan PHK. Ini menjadi tanda kita harus bergerak cepat,” katanya Jumat (23/5).

Bantul sebagai daerah yang memiliki industri berorientasi ekspor turut terdampak dari kebijakan perdagangan internasional, termasuk kenaikan tarif impor di negara tujuan seperti Amerika Serikat.

Hal ini membuat produk lokal kehilangan daya saing, dan perusahaan pun terpaksa mengurangi produksi.

“Tarif impor yang tinggi menyebabkan produk Indonesia, termasuk dari Bantul, jadi tidak kompetitif. Barang yang biasanya laku satu juta, kini jadi dua juta. Itu terlalu mahal di pasar luar negeri,” ujarnya.

Menghadapi kondisi ini, Pemkab Bantul mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Baperda untuk memperkuat dan memperluas program padat karya.

“Proyek padat karya kita hadirkan sebagai solusi penyerapan tenaga kerja baru, khususnya bagi saudara-saudara kita yang terkena PHK,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan seperti PHK tidak boleh menghambat target Bantul dalam penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Tantangan itu selalu ada, pemerintah memang bukan institusi bisnis, tapi kita harus hadir dengan solusi. Padat karya menjadi salah satu jawabannya,” jelasnya.

Lebih jauh, ia meminta seluruh perangkat daerah, termasuk para panewu, untuk memperkuat penerapan dan realisasi kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga, meski di tengah tekanan ekonomi global.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Bantul, Rina Dwi Kumaladewi mendukung dengan baik rencana diadakannya Proyek Padat karya untuk menurunkan angka pengangguran di bantul.

"Kami akan segera koornisasikan dengan internal terlebih dahulu rencana Proyek Padat Karya yang diperuntukkan untuk korban PHK di Bantul," katanya. (cr2)

Editor : Bahana.
#pemkab bantuan #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih