BANTUL - Sebanyak 992 calon jemaah haji asal Bantul yang terbagi dalam enam kloter mulai diberangkatkan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, lima persen di antaranya adalah jemaah lanjut usia (lansia). Sehingga panitia penyelenggara menyediakan fasilitas khusus.
Kepala Kemenag Bantul Ahmad Shidqi menjelaskan, layanan prioritas akan diberikan demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah lansia. Nantinya, para lansia akan mendapatkan pendampingan sejak awal. “Termasuk saat tiba di bandara dan Asrama Haji Donohudan, Solo," ungkapnya Senin (19/5).
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan. Seperti kursi roda yang akan langsung tersedia saat lansia turun dari bus. Penempatan tempat duduk pun diatur. Agar mereka dapat berada di barisan depan untuk mendapatkan asses yang lebih mudah. Hal ini pun berlaku bagi jemaah disabilitas.
Tak hanya itu, pemantauan kesehatan secara berkala juga menjadi bagian dari layanan utama selama di Tanah Suci. Harapannya, para jemaah lansia dapat menunaikan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa kendala berarti.
Sebelumnya, lanjut Sidqi, calon jemaah haji asal Bantul yang akan diberangkatkan mencapai 924 orang. “Namun ada dua yang dinyatakan tidak bisa diberangkatkan oleh dinas kesehatan karena alasan kesehatan," jelasnya.
Dua calon jemaah haji yang tidak bisa berangkat yakni berasal dari Pleret dan Pundong. Dengan kloter keberangkatan 63 SOC dan 64 SOC.
Sementara itu, Kasubag TU Kemanag Bantul Aminuddin merinci, calon jemaah haji tertua yakni berusia 88 tahun. Sedangkan usia termuda adalah 18 tahun. Keduanya sama-sama berada di Kloter 63 SOC. "Jemaah Haji termuda bernama Muhammad Fauzan Habrizi asal Sabdodadi. Tertua benama Suroso Miharjo Suwandi asal Kretek," jelasnya.
Terpisah, Fauzan pengaku menunaikan ibadah haji karena pelimpahan dari sang ayah yang wafat pada Agustus 2024. Dia menggantikan ayahnya yang sudah mendaftar sejak 2013 silam.
Meski sempat merasa belum siap secara mental, Fauzan mulai memantapkan diri untuk berangkat haji. Dengan mengikuti manasik haji rutin setiap Sabtu dan mempersiapkan fisik melalui olahraga ringan. "Alhamdulillah sekarang sudah mulai siap," ujar Fauzan
Keberangkatan Fauzan tidak sendiri. Dia didampingi oleh ibu, paman, dan neneknya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita