Anehnya, makam yang dirusak, hanya makam-makam tertentu. Khususnya makam milik warga non muslim.
Kejadian tersebut sempat menghebohkan dunia maya.
Belum selesai pengungkapan kasus perusakan makam di Banguntapan, ternyata kejadian serupa juga terjadi.
Kali ini berada di TPU Jaranan RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Terdapat dua makam yang dirusak yakni milik Almarhum Sugiman warga Dusun Jaranan RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul dan milik almarhum R. AL Cahyono Nugroho L warga Dusun Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
"Terdapat empat TPU yang ada di Dukuh Jaranan, hanya ada satu TPU yang terjadi perusakan," jelas Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry pada, Senin, (19/05).
Seperti perusakan makam yang ada di TPU Ngentak, makam yang dirusak di TPU Jaranan juga milik non-muslim. Terdapat tanda salip didua makam yang dirusak.
Kronologi kejadian terjadi pada Rabu, (14/05) sekitar pukul 07.00.
Bela Therecia Isabela, 47, mengetahui bahwa nisan milik keluarganya atas nama almarhum Sugiman dalam kondisi papan nama di batu nisan terlepas.
"Setelah dicek kembali, Bela menemukan potongan batu nisan milik orang lain yang dirusak dan dibuang di sekitar makam," jelasnya.
Selanjutnya pada hari Minggu sekitar pukul 14.00, Bela melihat berita di media sosial bahwa ternyata ada perusakan batu nisan di TPU wilayah Banguntapan.
Kemudian Bela mendatangi juru kunci makam TPU Jaranan Suharno, 60, dan melaporkan kejadian perusakan batu nisan keluarganya.
"Suharno selaku juru kunci langsung mendatangi makam untuk mengecek kebenaran dari laporan yang ada," jelasnya.
Setelah juru kunci TPU Jaranan mengecek makam ternyata laporan tentang perusakan makam benar.
Menurut keterangan Jeffry warga melapor terdapat makam lainnya yang dirusak di Ironayan.
"Sampai saat ini masih dalam proses mengecekan terlebih dahulu, apakah benar adanya kejadian yang sama," tambah Jeffry. (cr2)
Editor : Bahana.