Saat ini, telah terbentuk sekitar 700 KWT yang aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan lainnya.
"Adanya KWT di masing-masing dusun. Harapan kami nanti tumbuh 933 titik KWT yang memanfaatkan lahan pekarangan, sebagai penyuplai kebutuhan keluarga. Sayuran seperti terong, cabai, tomat, dan lainnya bisa untuk konsumsi sendiri, sisanya dijual," ujar Joko Waluyo Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.
Kegiatan KWT tak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tapi juga memberdayakan kaum perempuan.
"Ibu-ibu yang dulu tidak mempunyai kegiatan, sekarang sibuk berkegiatan positif di kebun. Hasilnya bisa dikonsumsi, bahkan dijual. Selain mengisi waktu luang, mereka juga berkontribusi pada ekonomi keluarga," lanjut Joko.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Pemerintah desa mengalokasikan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, sementara Dinas Pertanian memberikan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk teknik bercocok tanam dan pengolahan hasil pertanian.
Salah satu wujud dari keberhasilan KWT adalah pasar tani yang rutin digelar setiap hari Selasa dan Rabu di halaman gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.
Pasar ini menjadi ruang jual-beli hasil pertanian langsung dari produsen, sekaligus ajang promosi produk lokal.
"Ini bazar rutin tiap Selasa dan Rabu, binaan dari Dinas Pertanian Bantul. Produk yang dijual itu hasil kebun sendiri, ada yang segar dan juga olahan seperti keripik pisang, dimsum, jamu, dan lain-lain. Harga sangat terjangkau, karena langsung dari produsen dan di bawah harga pasar. Kisarannya Rp 10.000 sampai Rp 25.000," kata Ayu Rusli, 52, penggiat KWT Pasar Tani binaan Dinas Pertanian Bantul.
Untuk berjualan di pasar ini, para produsen wajib memenuhi syarat legalitas seperti NIB, izin PIRT, dan label halal.
"Kalau belum lengkap, tetap boleh jualan, tapi kita bimbing sampai semua izinnya lengkap. Jadi makanan yang dijual aman dan terjamin," jelasnya.
Pasar Tani yang sudah berdiri sejak tahun 2017 ini juga jadi ajang pembuktian prestasi. Beberapa KWT di Bantul bahkan telah mewakili daerah dalam lomba-lomba antar Polres dan Polda.
Ke depan, program ini diharapkan bisa menjadi suplai bagi program makan gratis bergratis. (cr2)
Editor : Bahana.