BANTUL - Petani di Kapanewon Sewon, Bantul, kembali dihantui serangan hama tikus yang mengakibatkan sejumlah lahan gagal panen.
Salah satu petani, Mardono dari Kalurahan Bangunharjo, menyebut setengah hektare lahan padinya rusak parah.
“Setengah hektare gagal panen karena diserang tikus. Sudah diobati, tapi tetap menyerang lagi,” ujarnya saat ditemui, Rabu (14/5/2025).
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menyatakan, telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan pengendalian.
"Jika ada serangan hama kita memang ada bantuan, selama dinas masih ada obat, petani nanti disuplai secara gratis," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo.
Joko menjelaskan, timnya juga sudah turun ke lapangan dan memberikan panduan teknis pengendalian hama kepada para petani.
Penyebab serangan tikus, menurutnya, bukan semata karena cuaca, melainkan karena kondisi lingkungan.
“Hama tikus tidak terkait perubahan cuaca, tetapi karena kebersihan lingkungan. Biasanya banyak ditemukan di daerah perbatasan seperti Sedayu dan Sleman, terutama di grumbul atau semak-semak di pinggir sawah,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Bantul terus menggalakkan gerakan pengendalian hama (Gerda).
Petani yang terdampak bisa segera melapor melalui kelompok tani dan penyuluh lapangan agar segera ditindaklanjuti.
“Kami memiliki stok obat yang insya allah cukup, asalkan tidak terjadi wabah besar. Kalau ada serangan, petani bisa mendapatkan obat secara gratis selama persediaan masih ada,” lanjutnya.
Selain serangan tikus, DKPP juga mewaspadai hama pada tanaman multikultural seperti bawang merah.
Terlebih, musim kemarau mulai mendekat. Untuk mengantisipasi hal itu, dinas telah menyiapkan sejumlah pompa air dan drone pertanian guna mendukung irigasi.
Selain serangan tikus, DKPP juga mewaspadai hama pada tanaman multikultural seperti bawang merah.
Terlebih, musim kemarau mulai mendekat. Untuk mengantisipasi hal itu, dinas telah menyiapkan sejumlah pompa air dan drone pertanian guna mendukung irigasi.
“Saya optimistis, petani Bantul bisa mengatasinya,” tambahnya. (cr2/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita