"Setengah hektar gagal panen karena hama tikus," jelas Mardono petani asal Kapanewon Sewon pada Rabu, (14/05).
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menyatakan telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan pengendalian.
"Jika ada serangan hama kita memang ada bantuan, selama dinas masih ada obat, petani nanti disuplai secara gratis," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo.
"Kita juga sudah menyusuri lahan pertanian dan memberikan acuan kepada petani-petani, jadi sudah bertemu dengan para petani," jelas Joko.
Joko juga menyebutkan bahwa perubahan cuaca tidak berdampak pada banyaknya hama tikus yang merugikan para petani.
“Kalau hama tikus itu bukan karena perubahan cuaca, melainkan lebih karena kebersihan lingkungan. Biasanya ditemukan di daerah perbatasan seperti Sedayu dan Sleman, terutama di grumbul atau semak-semak di pinggir sawah,” jelasnya.
Pemerintah daerah telah menjalankan program Gerakan Pengendalian Hama (Gerda) untuk menekan serangan hama.
Petani yang mengalami serangan bisa melaporkan ke kelompok tani lalu ke penyuluh lapangan agar segera ditindaklanjuti ke Gerda.
“Kami memiliki stok obat yang insyaallah cukup, asalkan tidak terjadi wabah besar. Kalau ada serangan, petani bisa mendapatkan obat secara gratis selama persediaan masih ada,” lanjutnya.
Mengantisipasi musim kemarau tiba, Joko menyebut telah menyikan drone dan pompa air yang cukup.
Selain tanaman padi Kepala DKPP juga mengkhawatirkan tanaman multikultural, seperti bawang merah juga terkena hama.
Namun, ia optimistis petani Bantul dapat mengatasinya.
Editor : Bahana.