Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perajin Desa Wisata Kasongan Bantul Keluhkan Peminat Kerajinan Gerabah Menurun, Banyak yang Beralih ke Profesi Lain

Cintia Yuliani • Selasa, 13 Mei 2025 | 22:39 WIB

Hartana Pengrajin Gerabah sedang Membuat Gerabah di Kiosnya
Hartana Pengrajin Gerabah sedang Membuat Gerabah di Kiosnya
BANTUL - Desa wisata Kasongan yang dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah kini menghadapi tantangan serius.

Sejak pandemi COVID-19 melanda, minat masyarakat terhadap gerabah menurun drastis. Hal ini berdampak langsung pada keberlangsungan usaha para perajin.

"Setelah pandemi gerabah agak turun drastis. Dulu saya ikut bekerja sebagai pengecat gerabah, tapi ternyata sekarang penghasilannya ngga bisa buat bertahan hidup," jelas Tuti warga asli Kasongan pada Selasa, (12/05).

Sekarang ia lebih memilih beralih profesi menjadi penjaga toko alat tulis, karena menurutnya penghasilan yang didapat lebih menguntungkan dibandingkan terus menjadi karyawan perajin gerabah.

Keluhan yang sama, juga dialami oleh Pairan pengrajin gerabah yang mengatakan bahwa, "setelah pandemi sepi, pada saat sebelum pandemi wah ramai sekali, dulu yang paling banyak dicari kerajinan gerabah jenis wastafel." tegasnya.

Karena peminat gerabah menurun, Pairan terpaksa mengurangi karyawan yang dulunya berjumlah enam sekarang tersisa tiga karyawan saja.

"Dulu saya membakar gerabah satu minggu sekali, sekarang menjadi tiga minggu sekali, karena yang beli lebih sedikit," tambahnya.

Hartana yang akrab disapa Tono mengungkap bahwa perajin di Kasongan telah menyusut tajam.

"Dulu perajin sampai 250-an orang, sekarang sudah jauh berkurang. Bahkan kantor yang dulu mengurusi usaha gerabah pun sekarang sudah tidak ada," jelasnya.

Untuk mengatasi penurunan minat gerabah di Kasongan, Hartana kini mengembangkan konsep wisata edukasi di kiosnya.

Wisatawan yang berminat bisa langsung datang mencoba membuat gerabah di kios miliknya yang diberi nama Citra Ceramic.

"Biayanya Rp 100 ribu per orang, kalau mau gerabahnya dibakar tambah Rp 5 ribu," tuturnya.

Harapannya agar minat wisatawan kepada gerabah di Kasongan naik kembali. (cr2)

Editor : Bahana.
#perajin kasongan #gerabah #Bantul #Covid - 19