Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinas PKP DIY Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Pertanian, Dukung Ketahanan Pangan, Membantu Perekonomian Keluarga

Kusno S Utomo • Rabu, 7 Mei 2025 | 14:00 WIB
KEMITRAAN: Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari (tiga dari kiri) berada di tengah pekarangan warga yang dimanfaatkan oleh KWT Saman Makmur Bangunharjo, Sewon, Bantul untuk budidaya pertanian.
KEMITRAAN: Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari (tiga dari kiri) berada di tengah pekarangan warga yang dimanfaatkan oleh KWT Saman Makmur Bangunharjo, Sewon, Bantul untuk budidaya pertanian.

JOGJA - Teknik budidaya pertanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas menjadi materi sosialisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) DIY. Sosialisasi menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Saman Makmur Dusun Saman RT 01 Bangunharjo, Sewon, Bantul.

“Kegiatan ini merupakan program kemitraan antara Dinas PKP DIY dengan DPRD DIY.  Kami mendukung penuh sosialisasi ke masyarakat, bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan,” ucap Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari Selasa (6/5).

Ndari, sapaan akrabnya, mengatakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri. Selain mendukung ketahanan pangan, budidaya tersebut dapat membantu perekonomian keluarga.

Kepada KWT Saman Makmur, Ndari berharap  budidaya pertanian yang dihasilkan tak hanya dimanfaatkan untuk kelompok atau pribadi. Namun produknya bisa didistribusikan alias dijual ke luar. Budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan pekarangan menjadi peluang ekonomi. Bahkan bisa menjadi tambahan pendapatan keluarga.

“Di tengah situasi ekonomi yang sulit ini bisa membantu,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas PKP DIY Sigit Hardjono menjelaskan, sosialisasi penting disampaikan kepada KWT Saman Makmur. Itu mengingat saat dirinya turun ke lapangan melihat banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan untuk mendukung budidaya pertanian.

 Padahal lahan-lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam tanaman maupun ternak. Harapannya kalau lahan pekarangan bisa dimanfaatkan dengan dioptimalkan, ibu-ibu tani itu bisa lebih mudah mengelolanya karena dekat dengan rumah.

‘Lahan pekarangan lebih mudah ketimbang di sawah,” jelasnya.

Setelah mengikuti sosialisasi anggota KWT Saman Makmur bisa melaksanakan budidaya tanaman dengan baik. Itu sangat penting. Bukan hanya meningkatkan gizi keluarga, tapi juga ramah lingkungan. Pupuk yang digunakan diproduksi sendiri dari limbah. Baik limbah makanan, hewan, dan lainnya.

“Juga keluar magot itu bisa untuk pakan ayam atau lele. Sehingga bisa mengurangi pakan, karena sekarang harga pakan cukup mahal," terang Sigit.

Lebih jauh dikatakan, hasil budidaya tanaman itu dapat  menunjang perekonomian ibu-ibu tani. Dengan begitu,  ketahanan pangan di tingkat rumah tanggga bisa tercapai. Begitu pula di tataran kelompok

“Ujungnya nanti ketahanan pangan nasional juga bisa tercapai," katanya.

Pengurus KWT Saman Makmur Mardianti Oktavia menyambut sosialisasi yang diinisiasi Dinas PKP DIY tersebut. Kegiatan tersebut sangat positif dan bermanfaat bagi KWT Saman Makmur.  Jalannya sosialisasu dimeriahkan dengan aksi beberapa peserta menyanyikan  mars KWT sembari menabuh kentongan. Araksi ini menciptakan suasana semakin hangat.

Usai itu, diperlihatkan cara membuat jahe wangi kemepyar. Bahannya dari bubuk jahe produksi KWT Saman Makmur. Jahe wangi itu menjadi produk unggulan. Tamu undangan, termasuk ketua Komisi B selanjutnya diajak melihat magot atau pupuk buatan dari limbah. Kemudian menyaksikan hasil budidaya ikan nila yang dikembangkan KWT Saman Makmur.  (ayu/kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pertanian #dprd diy #Lahan Pekarangan #Kemitraan #sosialisasi #budidaya #Dinas PKP DIY #DIY #kelompok #Peluang Ekonomi #KWT Saman Makmur #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan #teknik