BANTUL - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul sudah menyelesaikan proses pengajuan nomor induk pegawai (NIP). Totalnya ada 618 calon pegawai negeri sipil (CASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul yang akan dilantik. Paling lambat, pelantikan dilakukan bulan ini.
"Karena maksimal 1 Juni, CASN hasil rekrutan 2024 harus sudah mulai bekerja," ujar Sekretaris BKPSDM Bantul Triyanto.
Kini, pengajuan NIP hanya menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dia merinci, dari 618 CASN, 111 orang di antaranya merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sedangkan sisanya adalah calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (CPPPK).
Meski demikian, masih ada 179 formasi PPPK yang belum terisi dan sekarang sedang proses seleksi tahap dua. Pesertanya mencapai 2.032 orang yang akan melakukan tes mulai 3-6 Mei. "Di CPNS ada yang mengundurkan diri, tetapi sudah diganti," sambung Triyanto.
Alasan pengunduran diri, lanjutnya, karena sudah bekerja di tempat lain. Merupakan formasi konservator di dinas kebudayaan.
Triyanto mengaku, pegawai di lingkup Pemkab Bantul masih jauh dari kata ideial. Hanya saja, untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih terkendala oleh anggaran. “Apalagi ada aturan nanti di 2027 belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD,” sebutnya.
Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan, kebutuhan ASN di lingkungan Pemkab Bantul mencapai sekitar 10 ribu pegawai. Artinya, masih kurang sekitar 1.700 pegawai lagi untuk memenuhi kebutuhan. "Sekarang ada 8.026 ASN, belum ditambah hasil rekrutan 2024," tuturnya.
Jumlah tersebut terdiri dari 6.115 pegawai negeri sipil (PNS) dan 2.091 PPPK. (rul/eno)
Editor : Herpri Kartun