Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Koperasi Desa Merah Putih Pertama di Bantul Lahir dari Kalurahan Srimulyo

Khairul Ma'arif • Rabu, 30 April 2025 | 04:30 WIB

 

ILUSTRASI: Koperasi merah putih gagasan Presiden Prabowo Subianto.
ILUSTRASI: Koperasi merah putih gagasan Presiden Prabowo Subianto.

BANTUL - Koperasi Desa Merah Putih pertama di Kabupaten Bantul lahir dari Kalurahan Srimulyo, Piyungan. Pembentukannya sudah melalui notaris pembuat akta koperasi (NPAK) Marieta Susilawati untuk memastikan pendiriannya sah dan berpayung hukum. Pendiriannya juga melalui musyawarah desa khusus yang dihadiri oleh berbagai unsur dari kalurahan, bamuskal, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda.

 Baca Juga: BPN DIY Sebut SKT Bukan Bukti Kepemilikan Lahan, Warga Lempuyangan Siap Pindah saat Raja Keraton Ngayogyakarta Berkehendak

Lurah Srimulyo Wajiran mengatakan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sejalan dengan petunjuk pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2024. Menurutnya, gerak cepat ini membuktikan instruksi bukan sekadar diterima begitu saja. "Di Srimulyo kebijakan nasional ini disambut dengan inisiatif akar rumput yang kuat," katanya, Selasa (29/4/2025).

 Baca Juga: Pieter Huistra Targetkan PSS Raih Sembilan Poin Pada Empat Laga Terakhir meski Empat Laga Kalah Terus

Dia menegaskan, tidak ada paksaan karena lahir dari kebutuhan nyata, harapan kolektif dan tekad untuk mandiri secara ekonomi. Diklaimnya, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan di Srimulyo.

"Kesejahteraan rakyat bisa dimulai dari desa, dari koperasi yang dikelola jujur dan sungguh-sungguh dibangun," sambungnya.

Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo menjadi bagian integral gerakan nasional terkait pembentukan 80 ribu di daerah lainnya. Koperasi berusaha dihidupkan kembali untuk menjadi tulang punggung rakyat.

 Baca Juga: Habiskan APBD Rp 55 Miliar Hotel Ganesha Belum Beroperasi, Bangunan Mulai Bocor dan Tembok Retak

Dalam musyawarah juga diberikan penyuluhan perkoperasian. Wajiran menilai, musyawarah tidak sekadar memenuhi kewajiban regulatif. "Ini adalah jawaban konkret terhadap tantangan nyata memperpendek rantai distribusi," tegasnya.

Selain itu, juga untuk membuka akses modal rakyat kecil, memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa, hingga menggelorakan semangat gotong royong.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo dipersiapkan tidak hanya menjadi pemain di sektor riil. "Tetapi juga untuk mengadopsi teknologi, memperkuat manajemen bisnis data, dan membuka akses pasar seluas-luasnya," tuturnya. Menurutnya, rencana bisnis koperasi dirancang serius.

 

Memperhatikan aspek pasar, manajemen, hingga prospek keuangan jangka panjang. Dari musyawarah yang dilakukan, ditetapkan nama Koperasi Desa Merah Putih Srimulyo sudah berdiri.

 

Rencananya, koperasi inu akan menempati bangunan bekas kantor kalurahan yang lama. Meskipun bangunan lama kondisinya masih sangat layak. "Bahkan sangat strategis dalam konteks bisnis karena berada di tepi jalan nasional," tandasnya. (rul)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Srimulyo #Kebangkitan Ekonomi #Modal Rakyat #kabupaten bantul #Koperasi Desa Merah Putih #kalurahan #simbol #Srie Nurkyatsiwi #akses