Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mbah Tupon Tak Sendiri! Warga Berikan Dukungan kepada Mbah Tupon Agar Tanah Miliknya Kembali, Ini Yang Dilakukan

Khairul Ma'arif • Minggu, 27 April 2025 | 18:37 WIB
Depan rumah yang tanahnya milik Mbah Tupon kini Ditandatangani warga sebagai bentuk dukungan moril
Depan rumah yang tanahnya milik Mbah Tupon kini Ditandatangani warga sebagai bentuk dukungan moril

RADAR JOGJA -  Kasus yang dialami Mbah Tupon membuat warga sekitar rumahnya bersimpati memberikan dukungan.

Selama ini, sosok Mbah Tupon dikenal sebagai sosok berjiwa sosial tinggi di masyarakat.

"Warga mendampingi sampai tuntas dengan tujuan sertifikatnya bisa kembali," tegas Ketua RT 04 Padukuhan Ngentak Agil Dwi Raharjo.

Warga membubuhkan tanda tangan di depan tanah Mbah Tupon. Upaya ini dilakukan sebagai langkah dukungan moril. 

Seperti diketahui selama ini Tupon pria berusia 68 tahun tidak pernah menyangka di usianya seperti sekarang terbentur permasalahan pelik yang membuatnya kelimpungan.

Sertifikat tanahnya seluas 1.655 meter di Padukuhan Ngentak RT 4, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul beralih nama dan sekarang diagunkan menjadi utang bank.

Kesehariannya yang hanya mengarit dan mencangkul kini terasa tidak tenang. Harta benda semata wayangnya raib digondol mafia tanah tidak bertanggung jawab.

Awalanya pria yang akrab disapa Mbah Tupon ini memiliki tanah seluar 2.100 meter persegi.

Pada 2020 dia menjualnya seluas 298 meter persegi. Selain menjual, Mbah Tupon memiliki hati mulia lantaran 90 meter persegi dihibahkan untuk jalan umum dan 54 meter diberikan untuk RT sebagai Gudang penyimpanan barang.

Tanahnya yang seluas 298 meter persegi dijual seorang bernama Bibit Rustamta.

“Tanah seluas itu harga jualnya Rp 1 juta permeter 2020 lalu,” ujar anak pertama Mbah Tupon, Heri Setiawan, Minggu (27/4/2025).

Penjualannya dilakukan secara dicicil tanpa ada kesepakatan hitam di atas putih. Rentang waktunya pun tidak ditentukan sehingga tidak ada jatuh tempo.

Uang jual tanah ke Bibit itu digunakan untuk membangun rumah yang sekarang di tempati Heri.

Belum lunas pembayaran tanahnya tetapi sertifikatnya sudah dipecah yang seluas 298 meter atas nama Bibit Rustamta.

Ketika Bibit masih kurang pembayaran tanahnya ke Mbah Tupon sebesar Rp 35 juta.

Dia menawarkan kekurangan bayar itu untuk pembiayaan pemecahan sertifikat tanah Mbah Tupon yang seluas 1.665 meter persegi. Dalihnya, dipecah untuk anak-anaknya Mbah Tupon.

“Rencananya dipecah jadi empat, untuk bapak dan tiga anaknya,” sambung Heri.

Proses pemecahan sertifikat tersebut dilakukan oleh Bibit Rustamta, calo tanah, dan notaris.
ahasnya kenyataannya malah balik nama menjadi milik Indah Fatmawati.

Tanah seluas 1.665 meter itu diagunkan di Bank senilai Rp 1,5 miliar. Heri menuturkan, proses pecah sertifikat yang berujung balik nama tersebut tidak lama setelah jual-beli tanah dengan Bibit Rustamta. Pria 31 tahun tersebut, memperkirakan pada 2021 tanah orang tuanya itu sudah beralih nama dan diagunkan.

“Baru tau dibalik nama Maret 2024 dari Bank datang ke sini ngabarin,” tuturnya. Kedatangan Bank menginformasikan dari pertama pencairan peminjaman uang Rp 1,5 miliar itu belum pernah diangsur.

Baik Mbah Tupon dan Heri tidak mengetahui sosok Indah tersebut.

Sebelum didatangi Bank, Mbah Tupon sering menanyai proses pemecahan sertifikatnya.

Bibit selalu berdalih meminta bersabar karena masih berproses. “Selama proses pemecahan itu bapak saya diajak ke Janti dan Krapyak untuk tanda tangan,” ungkap Heri.

Dia menuturkan, orang tuanya tidak bisa membaca dan menulis sehingga tidak mengetahui tanda tangan tersebut untuk apa dan di dokumen apa.

Menurutnya, selama beberapa kali tanda tangan selalu ditemani Triyono yang tidak lain adalah calo tanah perantara Bibit ke Mbah Tupon.

Lantas ada tanda tangan ketiga yang dilangsungkan di rumah Mbah Tupon.

“Pas itu sempat minta uang ke bapak Rp 5 juta bilangnya untuk pecah sertifikat,” ucap Heri.

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Bantul #Sengketa Tanah #Mbah Tupon