Senator Dapil DIY itu mengungkapkan, kondisi tersebut memilki efek domino.
Beban fiskal APBN bisa ikut berpengaruh karena ketidakpastian ekonomi global.
"Ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang memperberat kinerja fiskal APBN," katanya, Kamis (24/4/2025).
Perempuan yang biasa disapa Yashinta ini menilai, optimalisasi PNBP terutama dari sektor sumber daya alam (SDA) dapat menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) turut disampaikannya terkait pentingnya optimalisasi PNBP sektor SDA.
PNBP SDA dapat berdampak karena memiliki kontribusi cukup signifikan terhadap postur APBN Indonesia yang dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan.
"PNBP sektor SDA di tahun 2024 sebesar 235,6 triliun,” sambungnya.
Anggota DPD RI termuda dari Yogyakarta ini juga menegaskan, masih perlu meningkatkan kepatuhan pada sektor SDA.
Tujuannya tentu agar tidak ada PNBP SDA yang menyimpang dan merugikan keuangan negara.